<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="7770">
<titleInfo>
<title>Pengaruh Pembelajaran Metode Talaqqi Terhadap Kemampuan Santri Dalam Membaca Al-Qur’an</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Rohayati</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher>Fak. Tardab</publisher>
<dateIssued>2012</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>21.5cm, 28cm, 71hlm</extent>
</physicalDescription>
<note>Al-Qur’an diturunkan Allah Swt, sebagai pedoman dan pembimbing makhluk-makhluk-Nya disetiap ruang dan waktu. Al-Qur’an juga akan mengantarkan dan mengarahkan kita kejalan yang paling lurus. Oleh karna itu Al-Qur’an juga berfungsi sangat penting bagi manusia didunia ini untuk menuntun kehidupan kita kejalan yang benar demi memperoleh kebahagian yang abadi kelak diakherat. 
Pendidikan di pesantren merupakan sebagai salah satu dimensi pendidikan yang tepat dan  tidak hanya ditempuh melalui hubungan manusia dengan Tuhannya, melainkan juga interaksi dengan sesama manusia yang lain. Tegasnya pendidikan pesantren sebagai titik sentral dari bidang ilmu pendidikan yang lain. Untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman diperlukan pembelajaran dan  pemahaman yang benar, memahami Al-Qur’an tidaklah mudah butuh metode yang tepat untuk mempelajarinya, oleh karna itu
 	Dalam kata lain proses pembelajaran dapat dikatakan sulit mencapai hasil manakala guru tidak menggunakan metode yang tepat sesuai dengan karakteristik bidang studi masing-masing. Oleh karna itu, guru hendaknya menguasai, mengetahui dan memahami berbagai metode pembelajaran, baik kelebihan dan kelemahannya. Guru yang tidak mengetahui dan memahami aneka ragam metode pengajaran akan menjadi siswa cepat bosan, ngantuk, dan bahkan  siswa tidak mudah memahami pelajaran yang disampaikan guru.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah; 1) Bagaimanakah penarapan metode Talaqqi di pondok pesantren Al-Qur’an Asshohabah?. 2) Bagaimanakah kemampuan santri dalam membaca Al-Qur’an?, 3). Bagaimanakah Pengaruh pembelajaran metode talaqqi terhadap kemkemampuan santri dalam membaca Al-Qur’an? 
Tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui metode talaqqi diterapkan di pondok pesantren Al-Qur’an Asshabah. 2) Untuk mengetahui kemampuan santri dalam membaca Al-Qur’an. 3) Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran metode talaqqi terhadap kemampuan santri dalam membaca Al-Qur’an.
Penelitian ini dilaksanakan di Pon-Pes Al-Qur’an Assohabah kota,Cilegon.  dengan jumlah sampel 28 santri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survai dengan tehnik pengumpulan data: observasi, angket, wawancara, tes membaca dan studi pustaka. 

Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh indeks koefisien korelasi=0,743, yang artinya pengaruh pembelajran metode talaqqi (Variabel X) terhadap kemampuan santri dalam membaca Al-Qur’an (VariabelY) termasuk dalam katagori tinggi, dari hasil perhitungan diatas diperoleh nilai thitung =5,76 dan untuk derajat kebebasan=26 maka hipotesis alternative (Ha) diterima dan hipotesis nihil (Ho) ditolak. Dengan kata lain terdapat pengaruh atau korelasi positif yang signifikan antara pembelajaran metode talaqqi (Variabel X) dengan kemampuan santri dalam membca Al-Qur’an (Variabel Y). dari perhitungan besarnya koefisien Determinasi diperoleh nilai CD=55,2 dapat disimpulkan bahwa besarnya kontribusi antara pembelajaran metode talaqqi (Variabel X) dengan kemampuan santri dalam membaca Al-Qur’an (Variabel Y) adalah sebesar 55,2% sedangkan sisanya sebesar 44,8% ada hubungannya dengan faktor lain yang dapat menumbuhkan kemampuan santri dalam  membaca Al-Qur’an yang tidak disebutkan dalam penelitian ini.</note>
<subject authority=""><topic>Metode Talaqqi</topic></subject>
<classification>Skripsi PAI 1820</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>Skripsi PAI 1820</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">Skripsi PAI 1820</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library (4)</sublocation>
<shelfLocator>Skripsi PAI 1820</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>7770</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-03-17 11:15:09</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-03-17 11:15:27</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>