<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="7301">
<titleInfo>
<title>KEABSAHAN IJAB KABUL DALAM PERKAWINAN PADA ERA TEKNOLOGI KOMUNIKASI MENURUT PANDANGAN IMAM SYAFI'I</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ENE RUMIATI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas syariah dan ekonomi islam IAIN SMH Banten</publisher>
<dateIssued>2005</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>21.5cm, 28cm, 75hlm</extent>
</physicalDescription>
<note>Nama: Ene Rumiati, NIM: 01315733, Judul skripsi: Keabsahan Ijab Kabul dalam Perkawinan pada Era Teknologi Komunikasi menurut Pandangan Imam Syafi'i.

Pernikahan atau perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita dalam sebuah rumah tangga berdasarkan tuntutan agama. Perniahan ada juga yang memberi pengertian, suatu perjanjian atau aqad (ijab dan kabul) antara seorang laki-laki dan seorang perempuan untuk menghalalkan hubungan badaniyah sebagai suami istri yang sah berdasarkan syarat-syarat dan rukun-rukun yang telah ditentukan oleh syari'at Islam, ungkapan akad (ijab kabul) mesti diungkapkan dengan bahasa lisan secara langsung tanpa perantara. Akan tetapi, perkembangan teknologi elektronika mampu menghubungkan manusia yang satu dengan yang lainnya dalam waktu beberapa menit saja. Karenanya, bolehkah bahasa akad (ijab kabul) dalam perkawinan disalurkan melalui media elektronika. Adapun tujuan pembahasan skripsi ini adalah: 1) untuk mengetahui prespsi Imam Syafi'i tentang pelaksanaan ijab kabul dalam perkawinan, bagaimana pendapat Imam Syafi'i tentang pelaksanaan ijab kabul dalam perkawinan yang diwakilkan, dan untuk mengetahui pendapat Imam Syafi'i tentang hukum ijab kabul dalam perkawinan dengan menggunakan alat teknologi komunikasi. Beradasrkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa: menurut Imam Syafi'i harus dari pihak wali perempuan atau wakilnya, sedangkan kabul harus dari pihak laki-laki, calon suami atau wakilnya. Adapun syarat ija dan kabul itu haruslah dari kata-kata yang tersebut dalam Al-Qur'an yaitu lafadz &#34;nikah&#34; dan &#34;tazwij&#34; atau terjemahannya seperti kawin dan nikah. Imam Syafi'i berpendapat bahwa ijab kabul yang diwakilkan hukumnya boleh. Pernikahan itu mengandung unsur ibadah, maka tidak boleh dimodernisasikan berbeda dengan transaksi mu'amalah. Karena pernikahan dengan menggunakan alat teknologi telepon tidak satu majlis letak saksinya, sedangkan saksi harus berada di satu majelis.</note>
<subject authority=""><topic>KEABSAHAN IJAB KABUL</topic></subject>
<classification>SKRIPSI ASY 257</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI ASY 257</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI ASY 257</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library (4)</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI ASY 257</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>7301</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-01-28 15:06:09</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-01-28 15:06:32</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>