<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="7293">
<titleInfo>
<title>PEMBAYARAN HUTANG SI MAYIT DI LUAR KESANGGUPAN AHLI WARIS MENURUT HUKUM ISLAM DAN HUKUM PERDATA (BW)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Abdul Aziz</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas syariah dan ekonomi islam IAIN SMH Banten</publisher>
<dateIssued>2005</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>21.5cm, 28cm, 60hlm</extent>
</physicalDescription>
<note>Nama: Abdul Aziz, NIM: 00315570, Judul skripsi: Pembayaran Hutang Si Mayit Di Luar Kesanggupan Ahli Waris Menurut Hukum Islam dan Hukum Perdata (BW).

Dalam kehidupan setiap manusia, pada umumnya mengalami tiga peristiwa penting, yiatu kelahiran, perkawinan dan kematian (meninggal dunia). Peristiwa kelahiran seseorang menimbulkan akibat hukum seperti timbulnya hubungan hukum dengan orang tuanya dengan saudaranya dengan keluarganya. Peristiwa kematian (meninggal dunia) juga merupakan peristiwa. Penting, karena menimbulkan akibat kepada orang lain, terutama kepada keluarganya dan pihak-pihak tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyelesaian hutang si mayit, untuk mengetahui cara hutang si mayit dengan harta yang ditinggalkan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dalam hukum Islam hutang si mayit dilakukan setelah penyelenggaraan jenazah (tajhij), dalam hukum perdata pembayaran hutang dilaukan setelah harta warisan dibagikan kepada jumlah ahli waris. Dalam Islam pembayaran hutang adalah dengan harta peninggalan apabila hutang lebih besar dari harta peninggalan, maka sisanya dilnuasi oleh Baitul Mal, sedangkan dalam hukum perdata pembayaran hutang pewaris tergantung sikap yang diambil oleh ahli waris berkenaan dengan harta warisan.</note>
<subject authority=""><topic>PEMBIAYARAN HUTANG</topic></subject>
<classification>SKRIPSI ASY 250</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI ASY 250</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI ASY 250</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library (4)</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI ASY 250</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>7293</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-01-28 11:27:09</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-01-28 11:27:32</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>