<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="7249">
<titleInfo>
<title>Multi Partai Dalam Pandangan Islam</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Hj. Duryati</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas syariah</publisher>
<dateIssued>1999</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>21.5cm, 28cm, 64hlm</extent>
</physicalDescription>
<note>Secara eksplisit, eksistensi partai-partai dalam daulah Islamiyah memang sulit dideteksi, tetapi secara implisit realitas tersebut sangat kentara. Khawariz dan golongan Bani umayah misalnya, dua partai oposisi era kekhalifahan Ali bin Abi Thalib bisa di kategorikan sebagai partai tandingan pemerintah yang berkuasa pada masanya.
Pasca pemerintahan khulafa Al Rasyidin, keberadaan partai politik semakin meramaikan perjalanan sejarah politik Islam. Bani Umayah yang sedang berkuasa karenanya harus berjuang keras menangkal perkembangan partai-partai oposisi pada era tersebut. Dan Bani Abas sebagai profil partai oposisi terbukti mampu mengalahkan kekuatan dan kekuasaan Bani Umayah.
Melihat realitas perjalan politik diatas para ulama, para ulama berselisih faham tentang ada dan tidak adanya partai politik. Perselisihan tersebut  berkembang mengenai keabsahan multi partai dalam perspektif Islam. Tapi umumnya para Ulama berpendapat bahwa multi partai memang pernah mewarnai perjalanan perpolitikkan Islam.
Pada pembahasan ini penulis mengemukakan pembahasan sebagai berikut: Bagaimana prinsip berpatai menurut Islam, serta untuk mengetahui tujuan multii partai dalam Islam.
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah: Untuk mengetahui prinsip berpartai menurut Islam, serta untuk mengetahui tujuan multi partai dalam Islam.
Adapun langkah-langkah yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kepustakaan, disamping semaksimal mungkin mencari data-data yang relevan dengan judul skripsi diatas.
Kesimpulan yang didapat dari kesimpulan ini adalah: bahwa prinsip utama berpartai dalam Islam adalah karakteristiknya yang tidak bertentangan dengan syara'. Dalam mengambil suatu keputusan politik misalnya, harus didahului dengan musyawarah yang jujur dan adil, sehingga menghasilkan keputusan yang maslahah. Sedangkan tujuan multi partai dalam perspektif Islam adalah guna menegakkan amar ma'ruf nahi munkar, dalam pengertian menjadi mitra atau oposisi bagi partai yang sedang berkuasa.</note>
<subject authority=""><topic>Multi partai</topic></subject>
<classification>Skripsi JS 69</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>Skripsi JS 69</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">Skripsi JS 69</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library (4)</sublocation>
<shelfLocator>Skripsi JS 69</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>7249</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-01-27 10:19:27</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-01-27 10:33:01</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>