<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="7205">
<titleInfo>
<title>PERWAKAFAN DI INDONESIA</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>IVAN FAHRUROJI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas syariah dan ekonomi islam IAIN SMH Banten</publisher>
<dateIssued>2007</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>21.5cm, 28cm, 69hlm</extent>
</physicalDescription>
<note>Nama: Iyan Fahruroji, NIM: 03316043, Judul skripsi: Pewakafan di Indonesia (Studi komparatif menurut Undang-undang No. 41 Tahun 2004 dengan pendapat Para Ulama).

Islam senantiasa menganjurkan kepada umatnya yang memiliki harta kekayaan agar tidak hanya menggunakannya untuk kepentingan pribadi atau keluarga, akan tetapi seyogyanya harta tersebut sebagai rasa syukur kepada Allah SWT dipergunakan untuk kepentingan umum yang salah satu contohnya adalah dengan wakaf. Wakaf adalah salah satu amal yang sangat diakui oleh umat Islam bagi yang mempunyai harta lebih, mengingat pahalanya yang terus mengalir yang akan diterima oleh si wakaf meskipun ia telah meninggal dunia. Dengan demikian, wakaf dapat dikategorikan sebagai shodaqoh jariah. Adapun tujuan penelitiannya adalah 1) untuk mengetahui bagaimana ketentuan perwakafan menurut Undang-undang No. 41 Tahun 2004 dengan menurut pendapat para Ulama 2) Untuk mengetahui persamaan dan perbedaan ketentuan perwakafan menurut Undang-undang No. 41 Tahun 2004 dengan menurut pendapat para Ulama. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini, adalah dengan menggunakan kajian pustaka (library research) dengan menggunakan sumber-sumber yang berkaitan dengan skripsi ini, dan memakai metode deskriptif komparatif yaitu menjelaskan atau menggambarkan kemudian membandingkan ketentuan perwakafan menurut Undang-undang No.41 Tahun 2004 dengan menurut pendapat para Ulama.</note>
<subject authority=""><topic>WAKAF</topic></subject>
<classification>SKRIPSI ASY 279</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI ASY 279</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI SY 279</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI SY 279</shelfLocator>
</copyInformation>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI ASY 279</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library (4)</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI ASY 279</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>7205</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-01-26 11:01:11</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-01-26 11:33:45</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>