<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="7177">
<titleInfo>
<title>PENGGANTIAN KELAMIN DAN AKIBAT HUKUMNYA DI BIDANG KEWARISAN DITINJAU DARI HUKUM ISLAM</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MASILAH</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas syariah dan ekonomi islam IAIN SMH Banten</publisher>
<dateIssued>2005</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>21.5cm, 28cm, 70hlm</extent>
</physicalDescription>
<note>Nama: Masilah, NIM: 01315.737, Judul skripsi: Penggantian Kelamin dan Akibat Hukumnya di Bidang Kewarisan dari Hukum Islam.

Hukum kewarisan dalam Islam sangat penting untuk dipelajari karena mengatur kepentingan manusia dalam hal hak-hak dan kewajiban mawaris sebagai akibat dari meningalnya seseorang yang meninggalkan harta peninggalan untuk para ahli warisnya. Kewarisan adalah hukum yang akan merealisasikan kewajiban pewaris kepada ahli pewaris sehingga satu sama lain tidak terjadi benturan-benturan, tetapi sejalan dengan perkembangan zaman dan derasnya arus teknologi dimana sekarang, maka tak dapat dielakkan dampak dari berbagai masalah yang timbul dalam kehidupan masyarakat. Salah satunya di bidang kewarisan, khususnya pada operasi pengganti kelamin. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui motivasi seseorang melakukan operasi penggantian kelamin, untuk mengetahui status hukum orang yang mengganti kelamin, untuk mengetahui status hukum waris orang yang mengganti kelamin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa operasi penggantian kelamin terjadi pada khunsta dan transeksual, motivasi orang yang transeksual untuk mengganti kelamin karena ia merasa tekanan batin yang terus menerus sedangkan pada khunsta karena ia ingin memperoleh status yang jelas, status hukum orang yang melakukan operasi kelamin bagi transeksual haram sedangkan bagi khunsta mubah, status hukum waris bagi yang mengganti kelamin bagi transeksual adalah mengikuti status hukum waris sebelum melakukan operasi penggantian kelamin. Sedangkan status hukum waris bagi khunsta mengikuti status hukum setelah melakukan operasi penyempurnaan kelamin.</note>
<subject authority=""><topic>Hukum Kewarisan Islam</topic></subject>
<classification>SKRIPSI ASY 247</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI ASY 247</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI ASY 247</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library (4)</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI ASY 247</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>7177</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-01-25 13:38:13</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-01-25 13:38:37</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>