<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="7079">
<titleInfo>
<title>DAMPAK KRISIS MONETER TERHADAP ANGKA PERCERAIAN</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ISTIQOMAH</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas syariah dan ekonomi islam IAIN SMH Banten</publisher>
<dateIssued>1999</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>21.5cm, 28cm, 61hlm</extent>
</physicalDescription>
<note>Nama: Istiqomah, NIM: 9564673, Judul skripsi: Dampak Krisis Moneter Terhadap Angka Perceraian (Studi di Pengadilan Agama Kabupaten Serang).

Krisis Moneter adalah suatu keadaan yang sangat memuncak dan berdampak pada terancamnya kehidupan sosial masyarakat dan juga mampu berdampak pada kelangsungan hidup rumah tangga, percekcokan dan berakhir dengan perceraian. Dari permasalahan diatas penulis bertujuan untuk meneliti, seberapa banyak dampak krisis moneter terhadap kehidupan rumah tangga dan keluarga, serta naiknya angka perceraian sebelum krisis moneter? Berapakah Angka perceraian selama krisis moneter berlangsungan? Berapakah analisis perbandingannya? Dasar hukum perceraian menurut Imam Hanafi dan Hambali adalah terlarang, kecuali apabila hubungan suami isteri sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Sedangkan menurut Imam Syafi'i dan Maliki memperbolehkan perceraian yang diakibatkan karena kurangnya nafkah, dengan alasan putusan Pengadilan Agama, dengan alasan bahwa tidak memberikan nafkah berarti membahayakan seorang isteri. Sedangkan menurut UU Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 34 dijelaskan Bahwa jika suami ataupun isteri melalaikan kewajibannya masing-masing dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan.</note>
<subject authority=""><topic>DAMPAK KRISIS MONETER</topic></subject>
<classification>SKRIPSI ASY 86</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI ASY 86</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI ASY 86</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library (4)</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI ASY 86</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>7079</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-01-20 09:16:29</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-01-20 09:16:48</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>