<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="7074">
<titleInfo>
<title>KEKUASAAN NEGARA MENURUT IBNU KHALDUN (STUDI FIQIH SIYASAH)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SHOHIBUL MIGFARULLAH</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas syariah dan ekonomi islam IAIN SMH Banten</publisher>
<dateIssued>2001</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>21.5cm, 28cm, 57hlm</extent>
</physicalDescription>
<note>Nama: Shohibul Migfarullah, NIM: 9665072, Judul skripsi: Kekuasaan Negara Menurut Ibnu Khaldun.

Manusia adalah makhluk politik yang dibentuk oleh alam. Tetapi, perkumpulan manusia perlu diatur dengan ketentuan yang dapat menjaga mereka. Dari situlah terjadi tawar menawar konsep politik yang akan dijadikan consensus bersama, ketika disepakati berdirinya sebuah negara. Yang dalam perjalanannya, meski konsep itu sudah mendapat pengakuan yang baku, tetapi selalu teruji oleh perkembangan zaman dan perkembangan pola kebudayaan manusia. Tokoh yang gagasan-gagasannya menjadi topik sentral dalam pembahasan tulisan ini adalah Ibnu Khaldun. Penulis sengaja mengambil tokoh tersebut karena secara personal ia memiliki kredibilitas dan intelektualitas yang diakui ketika berbicara tentang kepentingan-kepentingan sosial, politik, budaya, dan lain-lain. Orisinilitas dan kejernihan pemikiran Ibnu Khaldun sangat teruji, terbukti pemikirannya dijadikan rujukan sebagai pakar politik timur dan barat. Ia lebih menekankan aspek substansial ketimbang terjebak pada aspek simbolik-formalistik. Barang kali sangat menarik jika pemikiran Ibnu Khaldun ditelaah kembali dan dikaji secara cermat. Paling tidak sebagai wawasan dan bahan untuk menata kembali format politik dan pola kenegaraan yang telah ada tidak kondusif di tengah-tengah era globalisasi yang cenderung mengarah pada pemikiran-pemikiran politik Yunani atau Romawi bahkan terlihat kecenderungan pada politik sosialis seperti halnya MaxWeber yang cenderung dipakai oleh hampir seluruh negara-negara di dunia ini yaitu yang terkenal dengan politik &#34;Jika negara ingin kuat maka rakyat harus lemah&#34;, terutama negara-negara sosialis.</note>
<subject authority=""><topic>Ibnu Khaldun</topic></subject>
<classification>SKRIPSI JS 115</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI JS 115</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI JS 115</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library (4)</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI JS 115</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>7074</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-01-19 15:36:35</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-08-15 09:55:42</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>