<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="6991">
<titleInfo>
<title>KRITIK TERHADAP DEMOKRASI TERPIMPIN DALAM NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MUMU MUHSINUL AMAL</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas syariah dan ekonomi islam IAIN SMH Banten</publisher>
<dateIssued>2005</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>21.5cm, 28cm, 107hlm</extent>
</physicalDescription>
<note>Nama: Mumu Muhsinul Amal, NIM: 00325628, Judul skripsi: Kritik Terhadap Demokrasi Terpimpin dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (Studi Pemikiran Muhammad Hatta).

Negara Indonesia tempo dulu adalah Negara feodal, pengaruh terbesar berada ditanga tuan tanah bukan rakyat. Demokrasi asli diidealisir dalam pergerakan kebangsaan Indonesia dahulu dengan demokrasi desa. Soekarno dan Hatta adalah dwi tunggal yang dijadikan aikon bagi bangsa Indonesia. Namun pada awal tahun 1950 perbedaan ideologi politik antara keduanya meruncing hingga Hatta berpisah dari dwi tunggal dan pada tahun 1959 Soekarno berjalan sendiri dengan dikeluarkannya Dekrit 5 Juli 1959 dan menjalankan konsep demokrasi terpimpinnya. Situasi ini kemudian membuat Indonesia berada pada sengketa politik berkepanjangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyimpangan dari nilai Dekrit 5 Juli 1959, akibat dari inkonsistensi implementasi demokrasi di Indonesia, dan untuk mengetahui seperti apakah konsep pemikiran Muhammad Hatta tentang demokrasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan bentuk penelitian library research dan pengolahan data digunakan pendekatan induktif dan komparatif kemudian disimpulkan guna mendapatkan jawaban dari persoalan yang dibahas sesuai dengan rumusan masalah penelitian.</note>
<subject authority=""><topic>DEMOKRASI TERPIMPIN</topic></subject>
<classification>SKRIPSI JS 152</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI JS 152</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI JS 152</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library (4)</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI JS 152</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>6991</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-01-15 09:53:19</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-01-15 09:53:42</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>