<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="6925">
<titleInfo>
<title>PEMBAGIAN HARTA BERSAMA DALAM PERKAWINAN CAMPURAN MENURUT HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>A. HIDAYAT</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas syariah dan ekonomi islam IAIN SMH Banten</publisher>
<dateIssued>2000</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>21.5cm, 28cm, 76hlm</extent>
</physicalDescription>
<note>Nama: A. Hidayat, NIM: 9564645, Judul skripsi: Pembagian Harta Bersama Dalam Perkawinan Campuran Menurut Hukum Islam dan Hukum Positif (Studi Komparatif Menurut Para Ulama, KHI, Hukum Perdata dan Hukum Adat).

Mengenai harta bersama dalam perkawinan sangat penting di dalam pengaturannya, hal ini dimaksudkan untuk menerapkan asas keadilan bagi kedua belah pihak (terutama istri) untuk memperoleh apa yang menjadi haknya dalam kehidupan berkeluarga (perkawinan), dan dengan sehubungan sering terjadinya (perkawinan), dan dengan sehubungan sering terjadinya perceraian, karena biasanya harta bersama itu timbul setelah adanya perceraian. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pembagian harta bersama suami istri menurut hukum Islam (HKI), KUHPer/BW dan hukum adat, persamaan dan perbedaan pendapat para Ulama mengenai harta bersama suami istri. Dari penelitian tersebut di atas menghasilkan beberapa kesimpulan: 1) pembagian harta bersama menurut hukum Islam (KHI) bahwa harta bersama itu apabila cerai hidup dibagi satu berbanding satu, setelah dipisahkan mana harta bersama dan mana harta milik pribadi. Kedua, pembagian harta bersama tanpa perlu memperhatikan dari pihak mana harta itu diperolehnya. Ketiga, menurut hukum Adat itu dibedakan beberapa banyak dan sedikitnya kerja suami atau istri, ada yang satu berbanding satu dan ada yang satu berbanding dua. Keempat, menurut para Ulama apabila terjadi perceraian satu berbanding satu, karena bekerja itu tidak harus di luar rumah dan menghasilkan uang.</note>
<subject authority=""><topic>PERKAWINAN CAMPURAN</topic></subject>
<classification>SKRIPSI ASY 103</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI ASY 103</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI ASY 103</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library (4)</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI ASY 103</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>6925</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-01-13 10:21:08</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-01-13 10:35:43</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>