<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="6916">
<titleInfo>
<title>QIYAS DALAM MASALAH UQUBAH</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SYEH ABDUL KARIM</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas syariah dan ekonomi islam IAIN SMH Banten</publisher>
<dateIssued>2000</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>21.5cm, 28cm, 59hlm</extent>
</physicalDescription>
<note>Nama: Syeh Abdul Karim, NIM: 9665082, Judul skripsi: Qiyas dalam Masalah Uqubah (Studi Komparatif Antara Pendapat Madzhab Hanafi dan Madzhab Syafi'i).

Salah satu metode Ijtihaddari sekian banyak metode adalah qiyas, yakni menyamakan hukum yang tidak terdapat dalam nash dengan hukum yang terdapat dalam nash, karena adanya kesamaan 'Illat hukum pada keduanya, diantara permasalahan yang perlu dikaji adalah tentang penentuan hukuman (Uqubah) bagi pelaku tindak pidana dengan menggunakan metode qiyas, secara garis besar, masalah yang dikaji dirumuskan sebagai berikut: bagaimana pendapat madzhab hanafi dan madzhab syafi'i tentang penggunaan qiyas dalam menentukan hukuman (uqubah), serta faktor apa yang menyebabkan terjadinya perbedaan pendapat diantara keduanya tentang masalah qiyas dalam masalah uqubah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pandangan madzhab Hanafi dan Syafi'i tentang penggunaan qiyas dalam menentukan hukuman, serta apa yang menyebabkan terjadinya perbedaan pendapat antara madzhab Hanafi tentang penggunaan qiyas dalam masalah uqubah. Dari hasil pembahasan skripsi ini diperoleh kesimpulan sebagai berikut: menurut madzhab Hanafi, qiyas tidak dapat digunakan dalam menentukan hukuman tindak pidana yang serupa dengan apa yang terdapat dalam nash, khususnya yang berupa Had, kecuali hukuman itu yang berupa Ta'zir, menurut madzhab Syafi'i qiyas dapat digunakan dalam menentukan hukuman (uqubah) terhadap tindak pidana yang serupa dengan apa yang terdapat dalam nash, walaupun hukuman itu berupa Had. Sedangkan faktor utama yang menyebabkan perbedaan pendapat diantara mereka yaitu perbedaan mereka dalam memahami ruang lingkup keberlakuan qiyas. Terhadap tindak pidana yang tidak terdapat dalam nash namun serupa dengan tindak pidana yang terdapat dalam nash qiyas bisa digunakan namun ketika berhadapan tindak pidana dan hukuman yang terdapat dalam nash, qiyas tidak dapat digunakan, karena apabila qiyas tetap digunakan maka akan terjadi ketidak konsistenan terhadap ketentuan hukum yang telah ditetapkan oleh syar'i.</note>
<subject authority=""><topic>QIYAS</topic></subject>
<classification>SKRIPSI ASY 129</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI ASY 129</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI ASY 129</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library (4)</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI ASY 129</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>6916</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-01-13 09:03:47</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-01-13 09:04:11</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>