<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="6910">
<titleInfo>
<title>TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP WALI NIKAH PEREMPUAN</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ahmad Subhan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas syariah dan ekonomi islam IAIN SMH Banten</publisher>
<dateIssued>2000</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>21.5cm, 28cm, 58hlm</extent>
</physicalDescription>
<note>Nama: Ahmad Subhan, NIM: 966.50925, Judul skripsi: Tinjauan Hukum Islam Terhadap Wali Nikah Perempuan (Studi Kasus di Kelurahan Cipete Kecamatan Cipondoh Kodya Tangerang)

Wali merupakan salah satu rukun nikah. Wali adalah suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Islam yang akan melaksanakan pernikahan, jika ini tidak dilaksanakan dan makan batal nikahnya. Tapi yang menjadi persoalan ialah adanya perbedaan persepsi para Ulama tentang wali itu sendiri, apakah wanita itu boleh atau tidak boleh menjadi wali, mereka beranggapan &#34;perkawinan itu mempunyai beberapa tujuan sedangkan wanita biasanya suka dipengaruhi oleh tujuan-tujuan utama dalam hal perkawinan ini, dan ia juga tidak boleh mengurus langsung 'aqadnya, tetapi hendaklah diserahkan kepada walinya, agar tujuan perkawinan ini benar-benar tercapai dengan sempurna, salah satu kasus yang terjadi di Kelurahan Cipete, salah satu daerah yang melaksanakan pernikahan. Namun dalam pelaksanaannya sebagian masih ada yang menyimpang dari ketentuan-ketentuan pernikahan yang berlaku dalam syari'at Islam. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini aalah untuk mengetahui kedudukan wali nikah dalam syari'at Islam, untuk mengetahui pelaksanaan pernikahan di Kelurahan Cipete, dan untuk mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap wali nikah perempuan di Kelurahan Cipete Kecamatan Cipondoh Tangerang. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode library research dan field research. Hasil penelitian ini menghasilkan bebeapa kesimpulan bahwa: 1) wali merupakan suatu kewajiban dan tidak sah nikah tanpa wali, 2) pelaksanaan nikah di Kelurahan Cipete pada dasarnya berdasarkan hukum Islam, kalaupun terjadi demikian adalah kurangnya pengetahuan 'Amil terhadap masalah yag berkenaan dengan wali nikah, 3) sebagian besar ulama tidak memperbolehkan wanita menjadi wali, ketidak bolehan ini juga berdasarkan konsensus para ulama di Indonesia yang tertuang dalam komplikasi Hukum Islam. Dengan demikian pernikahan yang menggunakan wali dari kaum laki-laki maka batal nikahnya.</note>
<subject authority=""><topic>WALI NIKAH</topic></subject>
<classification>SKRIPSI ASY 109</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI ASY 109</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI ASY 109</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library (4)</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI ASY 109</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>6910</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-01-12 14:24:50</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-01-12 14:36:06</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>