<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="6881">
<titleInfo>
<title>KAWIN PAKSA DAN AKIBATNYA BAGI KEUTUHAN KEHIDUPAN RUMAH TANGGA DITINJAU DARI HUKUM ISLAM</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>IKNA DINATA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas syariah dan ekonomi islam IAIN SMH Banten</publisher>
<dateIssued>1999</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>21.5cm, 28cm, 60hlm</extent>
</physicalDescription>
<note>Nama: Ikna Dinata, NIM: 946.4411, Judul skripsi: Kawin Paksa dan Akibatnya Bagi Keutuhan Kehidupan Rumah Tangga Ditinjau dari Hukum Islam (Studi di Desa Barugbug Kec. Padarincang Kab. Serang)

Kebiasaan mengawinkan anak secara paksa di usia muda pada masyarakat Indonesia terutama yang berdomisili di pedesaan, diduga sampai sekarang ini masih merupakan fenomena yang sulit untuk dipungkiri. Aplagi hal ini masih merupakan prilaku yang nampaknya merupakan adat istiadat. Kebiasaan demkian itu dianggap sebagai rangkaian proses pendewasaan anak tidak perlu menunggu anak tersebut dewasa dalam arti yang sebenarnya. Mereka (orang tua) menikahkan anaknya pada saat masih memerlukan pendidikan dan bimbingan serta kesiangan mental. Hal yang perlu dicermati adalah di satu pihak orang tua menginginkan agar anaknya terhindar dari perzinahan, di samping untuk menghilangkan anggapan bahwa anaknya cepat laku dan alasan lain agar beban orang tua berkurang, terutama berkaitan dengan masalah ekonomi. Dari dasar pemikiran tersebut maka timbul permasalahan sebagai berikut: faktor-faktor apakah yang menjadi pendorong dalam terjadinya perkawinan secara paksa di Desa Barugbug Bagaimana dampak positif dan negatif kawin paksa di Desa Barugbug dan Bagaimana pandangan hukum Islam terhadap kawin paksa dI Desa Barugbug? Adapun metode yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu observasi dan interview (wawancara) dengan beberapa nara sumber yang berkompeten dengan permasalahan yang sedang penulis bahas. Hasil yang penulis peroleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Faktor yang mendorong terjadinya kawin paksa di Desa Barugbug adalah dengan dinikahkannya anak mereka, maka akan menaikkan gengsi mereka di mata masyarakat, mengurangi beban ekonomi dalam keluarga mereka dan kurangnya penyuluhan dari aparat yang berwenang; 2) Dampak posiifnya adalah dapat meringankan beban keluarga, dapat terhindar dari olok-olok masyarakat bahwa anaknya perawan tua, sehingga orang tua merasa bangga dan memelihara terjadinya perzinahan.</note>
<subject authority=""><topic>RUMAH TANGGA DALAM HUKUM ISLAM</topic></subject>
<classification>SKRIPSI ASY 81</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI ASY 81</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI ASY 81</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library (4)</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI ASY 81</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>6881</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-01-12 09:08:21</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-01-12 09:08:42</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>