Detail Cantuman Kembali

XML

PERAN IPTEK DALAM PERKEMBANGAN ILMU FALAK


Nama: Agus Kahaidor, NIM: 04316218, Judul Skripsi: Peran Iptek Dalam Perkembangan Ilmu Falak.

Dalam menentukan kapan awal bulan itu terjadi, tidak semudah yang dibayangkan dan tidak semudah menentukan awal bulan masehi yang acuannya memakai matahari, dan sudah pasti penanggalannya. Berbeda dengan penanggalan awal bulan Hijriyah yang beracuan kepada bulan. Atas dasar inilah mengapa dalam menentukan masuknya awal bulan harus melihat bulan baru (hilai). Namun, sering ada kendala dala melihat hilal. Padahal melihat bulan baru (hilal). Namun, sering ada kendala dalam melihat hilal. Padahal melihat hilal merupakan hal yang paling penting dalam sistem rukyah, apakah dengan mata telanjang atau dengan bantuan IPTEK? Ini harus dikaji dengan melihat apaka sebenarnya makna rukyah itu problem ini telah berlangsung sejak lama dan perlu diidentifikasi kembali. Ketika masalah itu telah mendapatkan solusi, sebagian ulama tidak menghendaki adanya solusi tersebut, dengan alasan tidak sesuai dengan zaman Rasulullah. Tujuan penelitian ini skripsi ini adalah: 1) Untuk mengetahui fungsi relevansi IPTEK dalam menentukan awal bulan Qomariyah? 2) Untuk mengetahui tingkat akurasi teknologi dalam menentukan awal bulan Qomariyah? 3) Untuk mengetahui pendapat ulama tentang teknologi dalam penentuan awal bulan Qomariyah? Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode kualitatif yaitu penelitian tentang gejala-gejala yang dialami sekarang kemudian dijelaskan seperti adanya. Dalam upaya pengumpulan data dan obyek penelitian ii penulis menggunakan metode studi kepustakaan (library research). Kesimpulan: 1) Fungsi ilmu pengetahuan dan teknologi sangatlah mempengaruhi dalam menentukan awal bulan Qomariah di Indonesia. Sehingga, dalam menentukan awal ulan Qomariah sangat dibutuhkan teknologi sangatlah mempengaruhi dalam penetapan bulan Qomariyah di Indonesia. Sehingga, untuk mengetahui apakah ufuk sudah masuk hilal jika tertuup oleh awan kita harus menggunakan teknologi. Agar, tingkat keslahannya pun bisa diminimalisir, sehingga tingkat akurasi dalam rukyat lebih tinggi dari pada melihat dengan mata telanjang. 3) Pada dasarnya ulama di Indonesia tidak keberatan dengan penggunaan teknologi untuk pelaksanaan rukyat. Sepanjang tidak mengabaikan ketentuan syari'at.
AGUS KHAIDOR - Personal Name
SKRIPSI ASY 349
SKRIPSI ASY 349
Text
Indonesia
Fakultas syariah dan ekonomi islam IAIN SMH Banten
2010
Serang Banten
21.5cm, 28cm, 82hlm
LOADING LIST...
LOADING LIST...