Detail Cantuman Kembali

XML

Studi Populasi dan Preferensi Habitat Paku Tiang (Cyatheaceae) di Remnant Forest Kawasan Kebun Raya Cibodas


Informasi tentang jenis paku tiang, populasinya, dan karakteristik habitatnya di Kebun Raya Cibodas masih sangat terbatas. Informasi ini sangat penting mengingat jenis ini termasuk dalam jenis yang diatur perdagangannya melalui Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis populasi dan preferensi habitat paku tiang (Cyatheaceae) di Remnant forest Kawasan Kebun Raya Cibodas serta mengidentifikasi faktor lingkungan yang mempengaruhi distribusi spesies tersebut. Data dikumpulkan menggunakan metode survei, teknik yang digunakan untuk menentukan letak plot sampling menggunakan metode purposive sampling. Plot berukuran 10x10 meter berjumlah 60 yang tersebar di kawasan hutan dan luar hutan. Tiga spesies Cyatheaceae yang ditemukan adalah Cyathea raciborskii, Cyathea junghuhniana, dan Cyathea contaminans, dengan total populasi sebesar 483 individu/ha. Cyathea junghuhniana mendominasi di kedua habitat dengan populasi tertinggi, yaitu 384 individu/ha. Hasil analisis faktor lingkungan menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Hasil PCA hutan menunjukkan bahwa dua komponen utama pertama yang menjelaskan 73,8% dari total variasi data. PC1 (41,2%) berkorelasi kuat positif dengan kelembaban udara (0,89) dan kadar air tanah (0,78), serta berkorelasi negatif dengan suhu udara ( 0,82), PC2 (32,6%) berkorelasi kuat positif dengan intensitas cahaya (0,86) dan pH tanah (0,71). Kelembapan udara dan kadar air tanah memiliki pengaruh signifikan terhadap distribusi Cyathea junghuhniana di kawasan hutan. Sementara itu, Cyathea contaminans dan Cyathea raciborskii menunjukkan korelasi positif dengan intensitas cahaya, sehingga lebih toleran terhadap habitat yang lebih terbuka dibandingkan Cyathea junghuhniana. Kondisi lingkungan rata-rata di kawasan hutan meliputi suhu udara 24,13°C, kelembapan udara 68,04%, intensitas cahaya 469,53 lux, pH tanah 6,58, dan kadar air tanah 79,3%. Hasil PCA non hutan PC1 mewakili 38,56% dari variansi data dan menggambarkan gradien suhu dan kelembapan. Arah anak panah suhu menunjukkan korelasi kuat positif terhadap PC1, yang berarti bahwa semakin tinggi nilai PC1, semakin tinggi pula suhu. PC2 mencakup 27,34% dari variansi data dan berkaitan dengan intensitas cahaya dan kadar air tanah Arah anak panah intensitas cahaya menunjukkan korelasi kuat positif terhadap PC2. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam penyusunan strategi konservasi Cyatheaceae dengan mempertimbangkan preferensi ekologis spesies. Hasil ini juga mendukung pengelolaan ekosistem dan upaya rehabilitasi habitat di Kebun Raya Cibodas agar kelestarian populasi paku tiang dapat terjaga.
Najah Muhammad Pradipta - Personal Name
SKRIPSI BIO 108
587.3
Text
Indonesia
2024
serang
viii + 53 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...