Detail Cantuman Kembali

XML

Dampak Trauma Masa Kecil (Childhood Trauma) pada Remaja Akibat Abusive Parenting


Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam dampak trauma masa kecil pada remaja yang mengalami pola asuh kasar (abusive parenting), serta mengkaji implementasi layanan Bimbingan dan Konseling (BK) dalam membantu meminimalkan dampak tersebut. Trauma masa kecil menjadi persoalan serius karena dapat memengaruhi perkembangan emosional, kognitif, sosial, dan perilaku remaja, terutama ketika kekerasan berasal dari figur yang seharusnya memberikan rasa aman, yaitu orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap remaja berusia 18–24 tahun yang memiliki pengalaman pola asuh abusif, baik secara fisik maupun emosional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trauma masa kecil memunculkan berbagai gejala psikologis seperti kecemasan, hipervigilans, perasaan tidak aman, ketidakstabilan emosi, serta hambatan dalam membangun kepercayaan pada orang lain. Sementara itu, dampak kognitif tampak dari kesulitan berkonsentrasi, gangguan memori, serta pola pikir negatif yang terbentuk akibat pengalaman pengasuhan yang menyakitkan. Dampak sosial juga muncul dalam bentuk menarik diri dari lingkungan, sulit menjalin relasi interpersonal, dan kerentanan terhadap konflik sosial. Secara perilaku, remaja menunjukkan pola penghindaran, impulsivitas, serta respons emosional yang berlebihan terhadap pemicu yang mengingatkan pada trauma. Temuan penting lainnya menunjukkan bahwa sebagian remaja membawa luka masa kecil tersebut hingga dewasa, sehingga memengaruhi hubungan keluarga, lingkungan pertemanan, hingga pengambilan keputusan penting dalam hidup. Penelitian ini juga menemukan bahwa layanan BK sangat dibutuhkan untuk membantu remaja mengolah pengalaman traumatisnya. Pendekatan trauma-informed care terbukti relevan, karena menekankan rasa aman, empati, dan pendampingan yang penuh kepercayaan. Melalui layanan BK, remaja dapat belajar mengidentifikasi emosi, meningkatkan strategi coping, serta membangun kembali rasa percaya diri dan konsep diri positif. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa trauma masa kecil merupakan persoalan kompleks yang membutuhkan perhatian serius dan intervensi berkelanjutan, baik dari keluarga, pendidik, maupun konselor, agar remaja dapat pulih dan berkembang secara sehat
Alya Fallah Sofian - Personal Name
SKRIPSI BKI 1281
153
Text
Indonesia
2026
serang
xvii + 160 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...