<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="32225">
<titleInfo>
<title>Dakwah Moderat di Era Digital :</title>
<subTitle>Analisis Pesan dan Strategi Dakwah Toleransi Habib Husein Ja’far Al-Hadar dalam Podcast.</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Muhamad Arsudin</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xv + 178 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini dilatar belakangi oleh Saat ini ceramah digital telah muncul sebagai alat yang ampuh untuk menyebarkan pesan-pesan keagamaan kepada khalayak yang lebih luas. Masalah ini muncul akibat semakin digitalnya ceramah, yang tidak hanya mengubah media penyampaian tetapi juga isi, komunikasi, dan audiens ceramah. Diperlukan gaya ceramah yang sejalan dengan perkembangan zaman selama periode transformasi ini. Habib Husein Ja’far Al-Hadar aktif berceramah melalui podcast, yang populer di kalangan anak muda saat ini. Ceramah-ceramahnya sering kali menyentuh toleransi beragama di tengah masyarakat yang semakin rumit. Keutamaan keberagaman, inklusivitas, dan penentangan terhadap ekstremisme ditekankan dalam ceramah tersebut. Namun demikian, konsep moderasi beragama dan toleransi beragama yang dipromosikan pemerintah tidak lepas dari perdebatan di publik. Sebagian kalangan menilai bahwa narasi moderasi beragama cenderung bersifat normatif dan top-down, sehingga berpotensi disalah pahami sebagai upaya penyeragaman cara beragama atau bahkan intervensi negara terhadap wilayah teologis umat beragama. Kritik ini muncul karena dalam beberapa kasus, moderasi beragama dipersepsikan sebatas slogan kebijakan tanpa penjelasan mendalam mengenai batas-batas teologis, khususnya dalam konteks akidah dan keyakinan. Dalam hal, muncul peran pendakwah dan tokoh agama di ruang publik digital, seperti Habib Husein Ja’far Al-Hadar, yang menawarkan pendekatan alternatif dalam memahami dan toleransi beragama. Melalui gaya dakwah dialogis, santai, dan humoris, Habib Husein Ja’far Al Hadar berupaya menjembatani nilai toleransi dengan prinsip keIslaman tanpa menafikan akidah. Pendekatan ini sekaligus menjadi kritik kultural terhadap cara pemerintah mensosialisasikan moderasi beragama yang dinilai kurang menyentuh generasi anak muda secara komunikatif dan kontekstual. Akan tetapi, belum ada kajian menyeluruh tentang bagaimana ajaran Habib Husein Ja’far Al-Hadar tentang toleransi yang telah mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap keberagaman. Strategi dakwah menggunakan Strategi Al-Bayuni. Untuk menentukan sejauh mana ajaran tersebut benar-benar mempengaruhi masyarakat, diperlukan kajian menyeluruh. Rumusan masalah penelitian ini mencakup dua hal utama: (1) Bagaimana pesan dakwah toleransi yang disampaikan oleh Habib Husein Ja’far Al-Hadar melalui podcast (2) Strategi apa yang digunakan oleh Habib Husein Ja’far Al-Hadar dalam menyebarkan dakwah toleransi. Adapun tujuan penelitian: (1) ingin menganalisis pesan dakwah yang disampaikan oleh Habib Husein Ja’far Al iv Hadar melalui podcast. (2) ingin menganalisis strategi yang digunakan oleh Habib Husein Ja’far Al-Hadar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, yang fokus dokumentasi podcast Habib Husein Ja’far Al-Hadar terkait toleransi dengan metode etnografi terkait pengumpulan data penelitian ini melalui dua yang dikumpulkan dalam penelitian, diantaranya: (1) Arsip (Archive): data jenis ini terbentuk tanpa keterlibatan peneliti, (2) Catatan menulis secara reflektif (reflective notes) melibatkan analisis kritis sebuah pengalaman, merekam, bagaimana hal itu memengaruhi, dan apa yang akan direncanakan untuk dilakukan berdasarkan pengetahuan sang peneliti. Ini dapat membantu peneliti untuk merenungkan lebih mendalam karena tindakan menuliskan sesuatu di atas kertas dapat membantu orang untuk memikirkan suatu pengalaman dengan seksama. Adapun penulis dalam penelitian ini dapat menyimpulkan bahwasannya, Materi ceramah Habib Husein Ja’far Al-Hadar berfokus pada nilai-nilai toleransi dan moderasi beragama (wasathiyyah), yakni ajaran yang menekankan keseimbangan, keadilan, serta penolakan terhadap sikap ekstrem dalam beragama. Ia berpendapat bahwa Islam secara prinsip sudah mengandung ajaran moderasi, namun umat Islam memiliki tanggung jawab moral untuk mengaktualisasikannya dalam perilaku sosial dan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, podcast Habib Husein Ja’far Al-Hadar berfungsi bukan hanya sebagai media dakwah, melainkan juga sebagai instrumen edukatif dan kultural dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, keterbukaan, serta anti ekstremisme di tengah masyarakat yang majemuk. Pendekatan tersebut merepresentasikan upaya kontekstualisasi dakwah Islam agar tetap relevan dengan dinamika sosial dan tantangan era digital.</note>
<classification>2x7.21</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>TESIS SII 022</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">TESIS SII 022</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>TESIS SII 022</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>32225</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-08-24 14:43:56</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-08-24 14:44:24</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>