<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="32218">
<titleInfo>
<title>Tradisi Kesenian Gondang Buhun sebagai Warisan Budaya Masyarakat Adat Kasepuhan Cisitu</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dalilah Tausiyah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiii + 129 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Tradisi kesenian merupakan bagian dari warisan budaya yang perlu dipertahankan. Di era modernisasi ini, banyak warisan budaya yang perlahan menghilang akibat kurangnya regenerasi, minimnya perhatian pemerintah, serta pengaruh budaya asing yang semakin dominan. Masyarakat Adat Kasepuhan Cisitu di Kabupaten Lebak, Banten memiliki beragam bentuk warisan budaya berbasis kearifan lokal yang masih lestari hingga kini. Salah satu warisan budaya tersebut adalah Gondang Buhun, sebuah tradisi kesenian yang menggabungkan unsur musik, ritus, dan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam bidang pertanian. Berdasarkan latar belakang di atas, perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana gambaran umum masyarakat adat Kasepuhan Cisitu? (2) Bagaimana sejarah perkembangan, elemen, serta nilai-nilai tradisi kesenian Gondang Buhun masyarakat adat Kasepuhan Cisitu? (3) Bagaimana upaya pelestarian tradisi kesenian Gondang Buhun sebagai warisan budaya masyarakat adat Kasepuhan Cisitu? Penelitian ini menggunakan metode penelitian budaya bersifat kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gondang Buhun diyakini lahir dari hubungan spiritual dengan Dewi Sri, yang menjadi simbol kesuburan dan sumber kehidupan. Gondang Buhun merupakan bentuk pemenuhan janji kepada Dewi Sri, yang meminta untuk selalu diraramekeun dan direremokeun (dipertemukan dengan kasih dan dirayakan dengan suka cita). Setiap elemen dalam Gondang Buhun seperti lisung, halu, nyiru, boboko, formasi pemain, nyanyian, dan do’a mengandung makna simbolik yang saling berkaitan. Lisung yang melambangkan unsur perempuan dan halu sebagai laki-laki, misalnya, mencerminkan filosofi kesuburan dan keseimbangan hidup. Elemen yang berkaitan ini menjadikan Gondang Buhun sebagai struktur budaya yang kompleks dan sarat makna, bukan semata bentuk kesenian biasa. Gondang Buhun dijalankan dalam berbagai ritual adat seperti ngarempug nutu, sunatan, garaha, ngareremokeun, nutu rasul pongokan, turun ronda serta diperkenalkan ke ruang publik melalui festival budaya (seren taun), dokumentasi digital, dan kegiatan lomba. Meskipun menghadapi tantangan regenerasi, masyarakat adat tetap menjaga kesinambungan tradisi melalui pewarisan nilai secara lisan dan praktik langsung. Dengan demikian, Gondang Buhun tidak hanya menjadi simbol identitas budaya masyarakat adat Cisitu, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya takbenda yang hidup dan terus dijaga eksistensinya di tengah arus perubahan zaman</note>
<classification>2x6.7</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI SPI 689</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI SPI 689</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI SPI 689</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>32218</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-08-24 14:13:16</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-08-24 14:13:48</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>