<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="32175">
<titleInfo>
<title>Analisis Kalibrasi Arah Kiblat Masjid dengan Menggunakan Segitiga Siku-Siku Bayangan Matahari (Studi kasus Masjid di Kecamatan Taktakan Kota Serang)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Aini Qurrota Ayun</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvii + 100 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Arah kiblat merupakan arah terdekat menuju Ka„bah dan menjadi 
komponen penting dalam pelaksanaan ibadah salat. Namun, 
penyimpangan arah kiblat masih sering ditemukan, yang disebabkan oleh 
berbagai faktor seperti kesalahan dalam pengukuran awal akibat 
penggunaan alat yang kurang akurat, penetapan arah berdasarkan arah 
bangunan masjid yang telah ada sebelumnya, serta penentuan oleh tokoh 
masyarakat tanpa acuan teknis yang memadai. Berdasarkan permasalahan 
tersebut, dirumuskan tiga fokus utama, yaitu bagaimana proses penentuan 
arah kiblat dilakukan, sejauh mana tingkat akurasi arah kiblat pada 
masjid-masjid di Kecamatan Taktakan, serta bagaimana tanggapan 
Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) terhadap kondisi tersebut. 
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi teknik penentuan arah 
kiblat, menilai tingkat akurasinya, dan menggali persepsi serta tanggapan 
pengurus masjid terhadap pentingnya arah kiblat yang tepat. Metode yang 
digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data 
melalui studi lapangan dan pustaka, menggunakan wawancara, observasi, 
dan dokumentasi sebagai instrumen utama. Penentuan arah kiblat 
dilakukan dengan metode segitiga siku-siku bayangan matahari, yaitu 
metode kalibrasi yang memanfaatkan bayangan tongkat tegak lurus untuk 
menghitung sudut arah kiblat secara akurat. 
Penelitian ini melibatkan 9 sampel masjid, dengan hasil 
menunjukkan bahwa metode penentuan arah kiblat yang digunakan 
beragam, yaitu dengan menggunakan kompas (6 masjid), tongkat istiwa‟ 
(2 masjid), dan mengikuti arah bangunan lama (1 masjid). Seluruh masjid 
mengalami penyimpangan arah kiblat, dengan kemelencengan tertinggi 
sebesar 17° pada Masjid Al-Hidayah, dan yang terkecil sebesar 4° pada 
Masjid As-Salam. Berdasarkan wawancara dengan pengurus masjid, 
diketahui bahwa penentuan arah kiblat pada awalnya dilakukan secara 
sederhana, dengan peralatan terbatas dan berlandaskan pada pengetahuan 
tokoh masyarakat setempat.</note>
<classification>2x4.1</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HKI 753</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI HKI 753</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HKI 753</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>32175</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-08-18 13:46:40</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-08-18 14:08:01</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>