<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="32157">
<titleInfo>
<title>Kontekstualisasi Penafsiran Politik Identitas di Era Reformasi (Studi atas Pemikiran Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Muhamad Husnul Maab</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xxi + 123 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Politik identitas merupakan fenomena sosial-politik yang kerap muncul di Indonesia. Fenomena ini merujuk pada penggunaan identitas kelompok seperti agama, etnis, dan budaya sebagai alat perjuangan politik untuk memperoleh kekuasaan, memperjuangkan representasi, atau membela kepentingan tertentu. Dalam konteks era Reformasi, politik identitas semakin menonjol dan memengaruhi dinamika politik nasional, sehingga menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi persatuan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis “Kontekstualisasi Penafsiran Politik Identitas di Era Reformasi (Studi atas penafsiran Buya Hamka dalam tafsir Al-Azhar)”. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pandangan Buya Hamka, khususnya melalui Tafsir Al-Azhar, memberikan pemahaman terhadap politik identitas dan relevansinya dalam kehidupan politik Indonesia masa kini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Sumber data utama berupa Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, sedangkan sumber data sekunder berupa buku-buku ilmiah, jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan melalui metode tematik dan analisis isi untuk mengkaji prinsip-prinsip utama yang ditekankan Buya Hamka, seperti iman, persatuan, keadilan, integritas, dan toleransi sebagai dasar menyikapi politik identitas. Pendekatan tafsir kontekstual digunakan untuk menjembatani pesan Al-Qur‟an dengan realitas sosial-politik Indonesia saat ini, sehingga menghasilkan pemahaman yang dinamis dan aplikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik identitas menurut Buya Hamka dapat diterima selama berlandaskan pada nilai-nilai Islam, khususnya keadilan, moralitas, dan persatuan. Penafsirannya menawarkan pendekatan yang holistik, yang menekankan keseimbangan antara tanggung jawab spiritual, sosial, dan kebangsaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya menjadikan nilai-nilai Islam sebagai dasar dalam menyikapi politik identitas, agar tidak menimbulkan perpecahan, melainkan memperkuat kohesi sosial dan harmoni dalam kehidupan berbangsa.</note>
<classification>2x6.2</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 700</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IAT 700</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 700</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>32157</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-08-12 11:34:15</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-08-12 11:34:39</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>