Detail Cantuman Kembali

XML

Kontekstualisasi Kecemasan (Anxiety) Pada Perempuan Dalam Al-Qur’an (Studi Tafsir Al-Marāghī karya Aḥmad Muṣṭafā Al-Marāghī)


Perempuan kerap digambarkan sebagai sosok lemah dan emosional, sehingga rentan mengalami kecemasan. Gangguan ini sering muncul akibat tekanan sosial, budaya, dan pengalaman hidup yang memicu rasa takut berlebih. Dalam Islam, Al-Qur‟an mengisyaratkan bahwa kecemasan adalah bagian dari ujian hidup yang dapat menjadi motivasi positif jika dihadapi dengan iman dan kesabaran. Penelitian ini membahas tiga fokus utama: 1) bagaimana perempuan digambarkan dalam Al-Qur‟an, 2) bagaimana bentuk kecemasan (Anxiety) pada perempuan dalam Al-Qur‟ān, 3) serta bagaimana penafsiran dan solusi menurut Tafsir Al-Marāghī. Tujuannya adalah memahami posisi perempuan dalam Al-Qur‟ān dan menawarkan pendekatan keagamaan terhadap kecemasan berlebih. Metode dan teori yang digunakan peneliti adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), sumber primer dalam penelitian ini adalah Al-Qur‟ān dan Tafsir Al-Marāghī. Teori Sigmund Freud yang memandang kecemasan sebagai konflik batin dalam diri manusia dan David H. Barlow yang menekankan pada reaksi otak terhadap ancaman masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur‟ān secara tersirat memberi perhatian pada kondisi emosional manusia, termasuk perempuan, yang rentan terhadap kecemasan. Tafsir Al-Marāghī menekankan pentingnya pendekatan spiritual, seperti dzikir, tawakal, dan keimanan yang kuat, dalam mengatasi gangguan kecemasan. Dengan demikian, pemahaman Al-Qur‟ān secara kontekstual melalui tafsir dapat menjadi solusi preventif dan kuratif dalam menangani kecemasan perempuan secara holistik, baik secara psikologis maupun spiritual.
Hafizha Zulya Rahma - Personal Name
SKRIPSI IAT 706
2x1.4
Text
Indonesia
2025
serang
xxvi + 118 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...