<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="32120">
<titleInfo>
<title>Tradisi Pernikahan Nasabiyah pada Pernikahan Syarifah dalam Perspektif Rabithah 'Alawiyah</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ardhya Naufal Fahri</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiv + 120 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Tradisi pernikahan nasabiyah pada kalangan Habaib di Indonesia, khususnya pada kalangan perempuan Syarifah, merupakan bentuk warisan adat istiadat yang diwariskan turun-temurun sebagai upaya menjaga kemurnian nasab keturunan Rasulullah SAW. Meski kerap menimbulkan polemik antara penghormatan terhadap garis keturunan dengan prinsip keadilan dan kebebasan memilih pasangan menjadi latar penting yang melatarbelakangi kajian ini. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua rumusan masalah utama: (1) Bagaimana pandangan Rabithah ‘Alawiyah terhadap tradisi pernikahan nasabiyah pada kalangan Syarifah Bani ‘Alawi? dan (2) Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap praktik pernikahan nasabiyah tersebut? Adapun penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam bagaimana praktik tersebut diposisikan dalam konteks maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui studi pustaka terhadap kitab-kitab klasik dan kontemporer, serta wawancara dengan tokoh tokoh dari Rabithah ‘Alawiyah dan ahli fikih. Penelusuran data dilakukan secara sistematis guna memperoleh gambaran utuh mengenai substansi permasalahan serta kerangka berpikir institusi Rabithah ‘Alawiyah dalam memandang praktik ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Rabithah ‘Alawiyah tidak menetapkan tradisi pernikahan nasabiyah sebagai syarat sah pernikahan, melainkan menganjurkannya sebagai bagian dari upaya menjaga kemuliaan nasab keturunan Nabi. Dalam pandangan hukum Islam, tradisi ini dikategorikan sebagai bagian dari kafa’ah yang bersifat anjuran (istihbāb), bukan kewajiban. Tradisi ini dapat dijaga selama tidak menimbulkan kezaliman, diskriminasi, dan tetap berada dalam bingkai prinsip maqāṣid al-syarī‘ah.</note>
<classification>2x4.39</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HKI 742</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI HKI 742</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI HKI 742</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>32120</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-08-11 09:12:28</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-08-11 09:13:54</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>