<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="32077">
<titleInfo>
<title>Perbandingan Pemberitaan Mualaf Yang Dikremasi Suami Selebgram Jenifer Coppen (Analisis Framing Robert Entman)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Saepul Rohman</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvi + 98 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Suami dari selebgram Jenifer Coppen meningeal akibat kecelakaan yang terjadi di Bali pada tanggal 12 Juli 2024, hal tersebut tidak memicu konflik yang mendalam. Namun, setelah meninngal jenazah Dali Wassink diproses dengan cara dikremasi, oleh karena itu dua media antara Sindonews.com dan Detik.com memberitakan tentang hal tersebut dengan framing yang berbeda. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pembingkaian pemberitaan di media Sindonews.com terkait pemberitaan mualaf yang dikremasi suami selebgram Jenifer Coppen dengan menggunakan Analisis Framing model Robert N. Entman? (2) Bagaimana pembingkaian pemberitaan di media Detik.com terkait pemberitaan mualaf yang dikremasi suami selebgram Jenifer Coppen dengan menggunakan Analisis Framing model Robert N. Entman? (3) Bagaimana perbandingan pemberitaan mualaf yang dikremasi suami selebgram Jenifer Coppen di media Sindonews.com dan Detik.com dengan menggunakan Analisis Framing model Robert N. Entman?. Penelitian ini bertujuan: (1) mengatahui pembingkaian pemberitaan di media Sindonews.Com terkait pemberitaan mualaf yang dikremasi suami selebgram Jenifer Coppen dengan menggunakan Analisis Framing model Robert N. Entman (2) mengatahui pembingkaian pemberitaan di media Detik.com terkait pemberitaan mualaf yang dikremasi suami selebgram Jenifer Coppen dengan menggunakan Analisis Framing model Robert N. Entman (3) mengatahui perbandingan pemberitaan mualaf yang dikremasi suami selebgram Jenifer Coppen di media SINDOnews.com dan Detik.com dengan menggunakan Analisis Framing model Robert N. Entman. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori analisis framing. penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan kondisi fisik dan sosial dengan menggunakan data dan fakta yang nyata. Berdasarkan konsep ini, pendekatan deskriptif kualitatif sesuai dengan latar belakang masalah penelitian. Analisis framing kualitatif interpretatif digunakan untuk mengeksplorasi pesan berita dan makna tersembunyi dari objek yang diteliti. Peneliti menggunakan pendekatan framing dalam penelitian ini karena relevansinya yang kuat. Metode ini sangat tepat untuk menganalisis bagaimana SINDOnews.com dan Detik.com mengatur berita tentang berita kremasi mualaf suami selebgram Jenifer Coppen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Framing Kedua media Online, yakni Sindonews.com dan Detik.com sebenarnya menyampaikan yang sama dalam pembingkaian pemberitaan ini, namun tentunya memiliki perbedaan yang mana dari kedua media ini pada dasarnya sama-sama menyampaikan pemberitaan terkain kremasi suami dari selebgram Jenifer Coppen. Dari kedua media antara Sindonews.com dan Detik.com mereka memiliki cara pandang dalam menyampaikan model pemberitaan yang dijelaskan oleh rangkaian analisis elemen Robert Entman, yang mana Sindonews.com menayangkan pemberitaan ini dengan solusi walaupun mengandung kontroversi namun ada solusi yang ditawarkan. Sedangkan, Detik.com memicu sekali kontroversi namun tidak menghadirkan solusi dalam berita baru</note>
<classification>2x7.24</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 1161</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI KPI 1161</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI KPI 1161</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>32077</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-08-04 15:19:16</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-08-04 15:19:52</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>