<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="32070">
<titleInfo>
<title>Relevansi 
Penghambaan dan Kekhalifahan Manusia (Studi Komparatif Penafsiran Ibn 
‘Asyur dan Thabathaba’i)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ummu Wahdah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xix + 92 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Manusia diciptakan oleh Allah dengan dua dimensi utama, yaitu sebagai 
‘abd (hamba) dan khalifah (pemimpin) di bumi. Kedua konsep ini menempati posisi 
penting dalam memahami hakikat keberadaan manusia dalam al-Qur’an. Namun, 
pemahaman terhadap konsep penghambaan dan kekhalifahan seringkali 
menimbulkan perbedaan tafsir di kalangan ulama, baik dalam dimensi teologis 
maupun sosial. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya mengkaji relevansi antara 
penghambaan dan kekhalifahan manusia melalui analisis komparatif terhadap 
penafsiran Ibn ‘Asyur dan Thabathaba’i, dua mufasir besar yang memiliki corak 
tafsir dan latar intelektual berbeda. 
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Ibn ‘Asyur dan 
Thabathaba’i menafsirkan konsep penghambaan dan kekhalifahan manusia dalam 
al-Qur’an, serta bagaimana relevansi kedua konsep tersebut dalam kehidupan 
manusia modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persamaan 
dan perbedaan penafsiran keduanya, sekaligus menggali nilai-nilai teologis dan 
moral yang terkandung dalam pandangan mereka terhadap peran manusia sebagai 
hamba dan khalifah Allah di bumi. 
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan 
komparatif tafsir. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap karya utama 
kedua mufasir, yaitu al-Taḥrīr wa al-Tanwīr karya Ibn ‘Asyur dan al-Mīzān fī Tafsīr 
al-Qur’ān karya Thabathaba’i, serta literatur pendukung lain yang relevan. Analisis 
dilakukan dengan menelusuri ayat-ayat terkait konsep ‘ubūdiyyah dan khilāfah, 
kemudian membandingkan corak, metode, serta konteks penafsiran masing-masing 
mufassir. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn ‘Asyur menekankan penghambaan 
manusia sebagai bentuk kepatuhan dan ketaatan total kepada Allah yang menjadi 
dasar bagi peran kekhalifahan di bumi, sedangkan Thabathaba’i menafsirkan 
penghambaan sebagai manifestasi kesempurnaan spiritual yang menjadikan manusia 
layak menjadi khalifah Allah. Keduanya sepakat bahwa penghambaan dan 
kekhalifahan merupakan dua aspek yang saling melengkapi dalam membentuk 
kesempurnaan eksistensi manusia. Relevansinya di masa kini terletak pada 
pentingnya menyeimbangkan dimensi spiritual dan sosial agar manusia mampu 
menjalankan tanggung jawab ilahiah secara utuh.</note>
<classification>2x1.46</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 704</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IAT 704</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 704</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>32070</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-08-04 10:13:14</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-08-04 10:14:58</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>