Detail Cantuman Kembali

XML

Studi Pembentukan Fasa pada Sistem Campuran Barium Aluminium Perak Oksida (BaCO3 − Al2O3 − Ag2O/AgNO3) terhadap VAriasi Suhu dengan Metode Solid State


Pembentukan struktur fasa pada material oksida sangat dipengaruhi oleh kondisi sintesis, seperti suhu pemanasan dan atmosfer reaksi. Penelitian ini bertujuan mempelajari pembentukan fasa pada sistem BaCO3 − Al2O3 − Ag2O/AgNO3 dan pengaruh variasi suhu pemanasan menggunakan metode solid state. Proses sintesis dilakukan pada suhu 210–550 °C selama 22–24 jam dengan variasi kondisi atmosfer tanpa oksigen dan dengan tekanan oksigen 0,5 bar dan 1 bar. Karakterisasi fasa dilakukan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD). Hasil menunjukkan bahwa pada suhu rendah hingga menengah (210–390 °C) belum terbentuk fasa baru, dan hanya terdeteksi fasa awal BaCO3 dan Ag. Peningkatan suhu hingga 500–550 °C mulai memicu terjadinya reaksi padatan secara bertahap, namun fasa target Ba2AlAg3O8 belum terbentuk. Fasa BaCO3 tetap dominan pada seluruh sampel karena dekomposisinya memerlukan suhu tinggi (>800 °C), sehingga BaO sebagai reaktan aktif belum tersedia. Pada sistem tanpa oksigen, Ag2O/AgNO3 mengalami reduksi menjadi Ag logam pada suhu relatif rendah (~300 °C), yang menghambat pembentukan fasa reaksi. Pemberian tekanan oksigen menurunkan intensitas puncak Ag, menunjukkan peran oksigen dalam menstabilkan oksida perak dan memfasilitasi reaksi antar fasa. Secara keseluruhan, kondisi sintesis yang digunakan belum optimal untuk menghasilkan fasa Ba2AlAg3O8.
Yerintina Meylani - Personal Name
SKRIPSI FIS 063
546
Text
Indonesia
2025
serang
xvii + 91 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...