<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="32008">
<titleInfo>
<title>Implementasi Empat Kata Ajaib Dalam Membentuk Moral Anak di RA Baitul Muttaqien Kramatwatu Kabupaten Serang.</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Tiara Aulia Sabrina</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2026</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvi + 166 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini penting dilakukan karena perkembangan moral anak usia dini menjadi fondasi perilaku di masa mendatang, sementara strategi pembiasaan sederhana seperti empat kata ajaib masih jarang dikaji secara mendalam dalam konteks pembelajaran di PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi pembiasaan empat kata ajaib (tolong, maaf, terima kasih, dan permisi) dalam pembentukan moral anak dan kendala yang dihadapi guru dalam proses penerapannya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, dan guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan keabsahan data diuji dengan metode triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi moral anak di RA Baitul Muttaqien secara umum mengalami perkembangan yang cukup baik. Anak-anak mulai menunjukkan perilaku sopan dalam berinteraksi, seperti mengucapkan ”tolong” saat membutuhkan bantuan, ”terima kasih” ketika menerima sesuatu, serta ”maaf” dan ”permisi” dalam situasi sosial tertentu. Penerapan empat kata ajaib dilakukan melalui dua metode utama, yaitu melalui lagu atau nyanyian dan keteladanan guru. Lagu digunakan sebagai media pembiasaan yang menyenangkan agar anak mudah mengingat, sedangkan keteladanan guru menjadi kunci utama agar anak dapat meniru perilaku sopan secara alami. Selain memberikan dampak positif terhadap pembentukan moral, guru juga menghadapi beberapa kendala seperti perbedaan karakter anak, rentang konsentrasi yang pendek, serta kurangnya konsistensi penerapan di lingkungan rumah. Meskipun demikian, dengan pendekatan yang lembut, konsisten, dan menyenangkan, guru mampu menumbuhkan rasa empati, kesopanan, dan penghargaan anak terhadap orang lain. Dengan demikian, pembiasaan empat kata ajaib di RA Baitul Muttaqien terbukti efektif dalam menanamkan nilai moral sejak dini dan dapat menjadi model penerapan pendidikan karakter di lembaga PAUD lainnya.</note>
<classification>2x7.31</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PIAUD 316</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI PIAUD 316</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PIAUD 316</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>32008</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-07-20 14:57:54</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-07-20 14:58:23</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>