Detail Cantuman Kembali
البحث عن الهوية في المجتمع الأبوي في رواية الخب في زمان النفط لنوال السعداى (دراسة نسوية)
Penelitian ini menganalisis pembentukan identitas perempuan dalam masyarakat
patriarki sebagaimana tergambar dalam novel Al-Ḥubb fii Zaman An-Nafthi karya Nawal El
Saadawi. Pokok permasalahan dalam penelitian ini berangkat dari fenomena sosial yang
tampak dalam karya Saadawi, yakni bagaimana perempuan hidup di bawah sistem patriarki
yang menindas, di mana nilai, budaya, dan institusi sosial membentuk identitas mereka secara
hierarkis dan subordinatif. Fokus penelitian ini terletak pada bagaimana nilai sosial dan budaya
membentuk posisi subordinatif perempuan, sekaligus menampilkan bahwa perempuan
memiliki kesadaran untuk melawan dan menegosiasikan identitasnya. Dengan asumsi bahwa
patriarki tidak hanya menindas tetapi juga membentuk kesadaran perempuan, penelitian ini
menunjukkan bahwa tokoh-tokoh perempuan Saadawi mampu melakukan resistensi melalui
bahasa, diam, dan penulisan diri. Novel ini juga memperlihatkan bahwa perempuan tidak
hanya menjadi korban penindasan sosial, tetapi juga subjek yang memiliki kesadaran untuk
menolak dan menegosiasikan identitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap
bagaimana proses pembentukan, negosiasi, dan resistensi identitas perempuan terjadi dalam
sistem patriarki yang direpresentasikan dalam novel. Penelitian ini juga berusaha menelusuri
bagaimana tokoh perempuan dalam karya Saadawi ini merepresentasikan perjuangan
perempuan Arab modern dalam menemukan jati dirinya di tengah dominasi laki-laki.
Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan
analisis teks sastra berbasis teori Identitas Judith Butler dan Patriarki Sylvia Walby. Data
dikumpulkan melalui pembacaan mendalam terhadap teks novel Al-Ḥubb fii Zaman An
Nafthi,
kemudian dianalisis menggunakan metode hermeneutika feminis untuk
mengidentifikasi bentuk-bentuk dominasi patriarki dan strategi perlawanan tokoh perempuan.
Hasil analisis ini menunjukkan bahwa tokoh perempuan dalam novel tersebut sering kali
mengalami penindasan dan kontrol yang dilakukan oleh tokoh laki-laki dalam cerita. Mereka
harus berjuang untuk mempertahankan identitas dan martabat mereka di tengah patriarki yang
dominan. Meskipun demikian, melalui berbagai strategi perlawanan yang mereka terapkan,
tokoh perempuan berhasil menunjukkan kekuatan dan ketahanan mereka dalam menghadapi
tekanan patriarki.
Kesimpulannya, Saadawi menampilkan perempuan sebagai agen aktif yang mampu
meruntuhkan konstruksi patriarki melalui kesadaran kritis dan ekspresi kreatif, menjadikan
novel ini sebagai manifestasi perjuangan eksistensial perempuan menuju kebebasan identitas
dengan melawan konstruksi patriarki melalui proses kesadaran dan penulisan diri. Novel ini
menegaskan bahwa pencarian identitas perempuan adalah perjuangan eksistensial untuk
membebaskan diri dari sistem sosial yang menindas. Melalui karakter-karakter perempuan
yang kuat dan penuh semangat, Saadawi menggambarkan betapa pentingnya peran perempuan
dalam memperjuangkan kebebasan dan kesetaraan. Melalui karakter perempuan yang kuat dan
bersemangat, Saadawi menekankan pentingnya peran perempuan dalam perjuangan kesetaraan
dan kebebasan serta menginspirasi pembaca untuk melawan ketidakadilan gender. Oleh karena
itu, karyanya merupakan sebuah manifesto perlawanan terhadap struktur patriarki dan
gambaran pencarian eksistensial perempuan akan kebebasan sejati.
Mohamad Syukron - Personal Name
SKRIPSI BSA 550
892
Text
Bahasa Arab
2025
Serang Banten
xvii + 140 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







