<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31972">
<titleInfo>
<title>البحث عن الهوية في المجتمع الأبوي في رواية الخب في زمان النفط لنوال السعداى (دراسة نسوية)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Mohamad Syukron</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">ar</languageTerm>
<languageTerm type="text">Bahasa Arab</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvii + 140 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini menganalisis pembentukan identitas perempuan dalam masyarakat 
patriarki sebagaimana tergambar dalam novel Al-Ḥubb fii Zaman An-Nafthi karya Nawal El
Saadawi. Pokok permasalahan dalam penelitian ini berangkat dari fenomena sosial yang 
tampak dalam karya Saadawi, yakni bagaimana perempuan hidup di bawah sistem patriarki 
yang menindas, di mana nilai, budaya, dan institusi sosial membentuk identitas mereka secara 
hierarkis dan subordinatif. Fokus penelitian ini terletak pada bagaimana nilai sosial dan budaya 
membentuk posisi subordinatif perempuan, sekaligus menampilkan bahwa perempuan 
memiliki kesadaran untuk melawan dan menegosiasikan identitasnya. Dengan asumsi bahwa 
patriarki tidak hanya menindas tetapi juga membentuk kesadaran perempuan, penelitian ini 
menunjukkan bahwa tokoh-tokoh perempuan Saadawi mampu melakukan resistensi melalui 
bahasa, diam, dan penulisan diri. Novel ini juga memperlihatkan bahwa perempuan tidak 
hanya menjadi korban penindasan sosial, tetapi juga subjek yang memiliki kesadaran untuk 
menolak dan menegosiasikan identitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap 
bagaimana proses pembentukan, negosiasi, dan resistensi identitas perempuan terjadi dalam 
sistem patriarki yang direpresentasikan dalam novel. Penelitian ini juga berusaha menelusuri 
bagaimana tokoh perempuan dalam karya Saadawi ini merepresentasikan perjuangan 
perempuan Arab modern dalam menemukan jati dirinya di tengah dominasi laki-laki. 
Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan 
analisis teks sastra berbasis teori Identitas Judith Butler dan Patriarki Sylvia Walby. Data 
dikumpulkan melalui pembacaan mendalam terhadap teks novel Al-Ḥubb fii Zaman An
Nafthi, 
kemudian dianalisis menggunakan metode hermeneutika feminis untuk 
mengidentifikasi bentuk-bentuk dominasi patriarki dan strategi perlawanan tokoh perempuan. 
Hasil analisis ini menunjukkan bahwa tokoh perempuan dalam novel tersebut sering kali 
mengalami penindasan dan kontrol yang dilakukan oleh tokoh laki-laki dalam cerita. Mereka 
harus berjuang untuk mempertahankan identitas dan martabat mereka di tengah patriarki yang 
dominan. Meskipun demikian, melalui berbagai strategi perlawanan yang mereka terapkan, 
tokoh perempuan berhasil menunjukkan kekuatan dan ketahanan mereka dalam menghadapi 
tekanan patriarki.  
Kesimpulannya, Saadawi menampilkan perempuan sebagai agen aktif yang mampu 
meruntuhkan konstruksi patriarki melalui kesadaran kritis dan ekspresi kreatif, menjadikan 
novel ini sebagai manifestasi perjuangan eksistensial perempuan menuju kebebasan identitas 
dengan melawan konstruksi patriarki melalui proses kesadaran dan penulisan diri. Novel ini 
menegaskan bahwa pencarian identitas perempuan adalah perjuangan eksistensial untuk 
membebaskan diri dari sistem sosial yang menindas. Melalui karakter-karakter perempuan 
yang kuat dan penuh semangat, Saadawi menggambarkan betapa pentingnya peran perempuan 
dalam memperjuangkan kebebasan dan kesetaraan. Melalui karakter perempuan yang kuat dan 
bersemangat, Saadawi menekankan pentingnya peran perempuan dalam perjuangan kesetaraan 
dan kebebasan serta menginspirasi pembaca untuk melawan ketidakadilan gender. Oleh karena 
itu, karyanya merupakan sebuah manifesto perlawanan terhadap struktur patriarki dan 
gambaran pencarian eksistensial perempuan akan kebebasan sejati.</note>
<classification>892</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BSA 550</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BSA 550</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BSA 550</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>31972</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-07-14 08:46:40</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-07-14 08:51:20</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>