<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31971">
<titleInfo>
<title>Pengembangan Buku Saku Hadits Dalam Pembelajaran Menghafal Hadits Pada Siswa Kelas XII Di Ma Al-Hidayah Cikeusal)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Samiah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2026</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiv + 101 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Pendidikan Islam, khususnya pada jenjang Madrasah Aliyah (MA), secara fundamental menempatkan penguasaan hadits pada posisi sentral. Sebagai sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur'an, hafalan dan pemahaman hadits merupakan pilar penting dalam membentuk kompetensi keagamaan siswa. Namun, upaya untuk mencapai kualitas penguasaan hadits yang optimal sering kali dihadapkan pada tantangan signifikan di lapangan. Berdasarkan observasi mendalam di kelas XII MA Al-Hidayah Cikeusal, ditemukan sebuah problematika mendasar: kualitas hafalan hadits siswa masih berada di tingkat yang rendah. Fenomena ini ternyata berakar pada metode pra-hafalan yang kurang efisien dan membebani siswa. Selama ini, siswa dibebani dengan tugas mandiri yang tidak terstruktur untuk mencari, menyalin, dan mempersiapkan hadits bertema pendidikan sebelum memasuki tahapan menghafal yang sesungguhnya. Pendekatan penyalinan manual yang memakan waktu dan energi ini justru menciptakan inefisiensi pembelajaran, menyebabkan penurunan motivasi, dan mengalihkan fokus belajar siswa dari inti materi. Jelaslah, metode konvensional ini telah menjadi penghalang serius bagi peningkatan hasil belajar. Oleh karena itu, penelitian ini hadir dengan sebuah inisiatif strategis: mengembangkan media pembelajaran inovatif berupa Buku Saku Hadits. Format buku saku yang ringkas, praktis, dan portabel dipilih secara sengaja untuk memangkas tahapan penyalinan manual yang tidak produktif dan menyediakan materi hadits siap pakai. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, motivasi, dan aksesibilitas belajar siswa, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas menghafal hadits pada siswa kelas XII MA Al-Hidayah Cikeusal.</note>
<classification>2x7.31</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PAI 3754</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI PAI 3754</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PAI 3754</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>31971</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-07-13 15:06:01</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-07-13 15:06:24</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>