<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31970">
<titleInfo>
<title>Pengaruh Model Pembelajaran Kelompok Terhadap Kemampuan Sosial Anak Usia 5-6 Tahun (Studi Eksperimen Di RA Arba’atunnisa Desa Pelawad, Ciruas, Serang)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Intan Ria Astina</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2026</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiv + 108 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa kemampuan sosial anak-anak ini belum optimal, ditandai dengan kesulitan berbagi, sikap pemilih dalam berteman, dan kurangnya saling membantu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan efek dari kedua model pembelajaran klasik dan kelompok terhadap kemampuan sosial anak-anak di usia 5-6 tahun dengan RA Arba'atunnisa Penelitian kuantitatif dilakukan dengan populasi 23 anak dari 2 kelas kelompok B RA Arba'atunnisa. Desain eksperimen semu digunakan. Dua kelompok terdiri dari sampel: kelas eksperimen (dalam Model Pembelajaran Kelompok) dan kelas kontrol (dalam Model Pembelajaran Klasikal). Analisis data menggunakan Uji-T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan Model Pembelajaran Klasikal, penerapan Model Pembelajaran Kelompok memiliki dampak yang lebih besar terhadap kemampuan sosial anak. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai t hitung (8.119) lebih besar dari t tabel (2.145) dan nilai signifikansi (0.000) kurang dari 0.05. Rata-rata peningkatan kemampuan sosial pada kelompok eksperimen (Model Pembelajaran Kelompok) adalah 14.55 poin, yang jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (Model Pembelajaran Klasikal) yaitu 8.83 poin</note>
<classification>371.36</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PIAUD 315</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI PIAUD 315</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI PIAUD 315</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>31970</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-07-13 14:06:02</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-07-13 14:06:39</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>