<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31947">
<titleInfo>
<title>Tradisi Mitung Wulan di Sampang Susukan Tirtayasa dalam Akulturasi Ajaran Islam dan Budaya Lokal</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Meli Herawati</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvi + 80 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Tradisi Mitung Wulan, yang dikenal juga sebagai tingkeban atau tujuh bulanan, merupakan salah satu ritual penting dalam budaya Jawa yang dilakukan untuk merayakan kehamilan seorang wanita yang telah mencapai usia tujuh bulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akulturasi antara ajaran Islam dan budaya lokal dalam pelaksanaan tradisi ini di kampung Sampang Susukan kecamatan Tirtyasa kabupaten Serang. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui: (1) Gambaran Obyektif di Kampung Sampang Susukan Tirtayasa. (2) Deskripsi Tradisi Mitung Wulan di Kampung Sampang Susukan Tirtayasa. (3) Makna dalam Tradisi Mitung Wulan bagi Masyarakat Kampung Sampang Susukan Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang. Metode penelitian yang digunakan mencakup studi kualitatif dengan pendekatan etnografi, di mana peneliti melakukan observasi dan wawancara dengan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mitung Wulan tidak hanya berfungsi sebagai upacara adat, tetapi juga sebagai sarana spiritual yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam, seperti doa untuk keselamatan ibu dan anak. Berdasarkan hasil dari penelitian, dapat disimpulkan ritual-ritual dalam Mitung Wulan, seperti siraman mengandung makna simbolis yang mendalam, mencerminkan harapan masyarakat akan kelahiran yang selamat dan keberkahan. Akulturasi ini terlihat jelas dalam cara masyarakat mengadaptasi elemen-elemen Islam ke dalam praktik tradisional mereka, menciptakan sinergi antara kepercayaan agama dan budaya lokal. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana tradisi lokal dapat bertahan dan beradaptasi dalam konteks modern, serta pentingnya memahami interaksi antara agama dan budaya dalam masyarakat multikultural seperti di Indonesia.</note>
<classification>2x6.7</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI SPI 685</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI SPI 685</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI SPI 685</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>31947</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-07-07 14:14:52</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-07-07 14:15:41</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>