Detail Cantuman Kembali
Analisis Konten Fiqih Syafi’iyyah Dalam Media Sosial (Studi Deskriptif di Akun Instagram @_ngajiasik).
Perkembangan dakwah secara digital, penggunaan media sosial seperti Instagram telah menjadi sarana yang efektif dalam menyampaikan materi keislaman kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah akun dakwah yang menyajikan konten tentang fiqih dengan tampilan visual yang ringan dan mudah diakses. Salah satu contohnya adalah akun Instagram @_ngajiasik yang secara konsisten mengunggah berbagai materi fiqih Syafi’iyyah, terutama pada bab ibadah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isi pesan serta cara penyajian konten fiqih Syafi’iyyah mengenai bab ibadah pada akun Instagram @_ngajiasik, sebuah komunitas dakwah digital yang aktif membagikan materi keislaman dengan gaya yang ringan dan mudah dipahami oleh kalangan generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Data diperoleh melalui dokumentasi terhadap 39 unggahan pada periode Januari sampai Maret 2025, dengan 13 konten yang dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa isi pesan yang disampaikan berfokus pada penjelasan hukum-hukum ibadah mahdhah, seperti shalat, puasa, dan thaharah, serta ibadah ghairu mahdhah berupa doa dan dzikir yang merujuk pada ketentuan fiqih Syafi’iyyah. Bentuk penyajian konten disusun secara visual edukatif melalui unggahan feed Instagram, menggunakan warna yang jelas, bahasa yang ringan, serta caption yang singkat sehingga mudah dipahami oleh audiens. Selain itu, penyajian konten fiqih pada akun Instagram @_ngajiasik menunjukkan adanya proses mediatisasi agama, di mana ajaran fiqih mengalami penyesuaian dengan logika dan karakteristik media sosial. Media sosial tidak hanya digunakan sebagai sarana menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga membentuk cara ajaran fiqih dikonstruksi, disederhanakan, dan dipahami oleh audiens. Dengan demikian, media sosial memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman dan praktik ibadah masyarakat di era digital. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian dakwah digital, khususnya terkait penerapan teori mediatisasi agama dalam menyampaikan pesan keagamaan melalui media sosial.
Rodiyatul Adawiyah - Personal Name
SKRIPSI KPI 1194
2x7.24
Text
Indonesia
2026
serang
xv + 104 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







