Detail Cantuman Kembali

XML

Tingkat Quarter-life Crisis Pada Mahasiswa Penerima Beasiswa KIP-K UIN SMH Banten dan Implikasinya Dalam Bimbingan Konseling.


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Quarter-Life Crisis pada mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten serta memperkuatnya dalam layanan bimbingan dan konseling. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 100 mahasiswa penerima KIP-K yang dipilih menggunakan teknik sistematik sampling. Instrumen penelitian berupa angket Skala Quarter-Life Crisis berdasarkan teori Robbins dan Wilner yang mencakup tujuh aspek: kebimbangan dalam mengambil keputusan, putus asa, penilaian diri yang negatif, terjebak dalam situasi sulit, perasaan cemas, tertekan, dan kekhawatiran terhadap hubungan interpersonal. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan program SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa penerima beasiswa KIP-K berada pada kategori Quarter-Life Crisis tinggi sebesar 58%, kategori sedang sebesar 38%, dan kategori sangat tinggi sebesar 4%. Aspek yang paling dominan adalah perasaan putus asa dan kecemasan terhadap masa depan. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa penerima KIP-K cenderung mengalami tekanan psikologis yang cukup tinggi dalam menghadapi tuntutan akademik dan ekonomi. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah perlunya layanan bimbingan dan konseling, khususnya dalam bentuk konseling individu dan kelompok, untuk membantu mahasiswa mengelola kecemasan, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengembangkan strategi koping yang adaptif dalam menghadapi masa transisi menuju kedewasaan.
Firly Sausan Salsabila - Personal Name
SKRIPSI BKI 1254
158.3
Text
Indonesia
2025
serang
xv + 75
LOADING LIST...
LOADING LIST...