<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31893">
<titleInfo>
<title>Nilai-Nilai Moral dalam Ayat-Ayat Muwāfaqāt ‘Umar ibn Khaṭṭāb (Studi Komparatif Tafsir Asy Syaukānī dan Sayyid Quṭb)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Aga Putra Pamungkas</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xx + 115 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Fenomena Muwāfaqāt „Umar, yaitu kesesuaian pendapat „Umar ibn Khaṭṭāb dengan wahyu al-Qur‟an, merupakan bukti penting kontribusi pemikiran sahabat dalam dinamika turunnya wahyu. Ayat ayat tersebut tidak hanya mencerminkan kedalaman intuisi moral „Umar, tetapi juga mengandung pesan-pesan etika yang relevan lintas zaman. Tafsir para ulama seperti Asy-Syaukānī dan Sayyid Quṭb memberikan perspektif yang beragam dalam mengungkap nilai-nilai moral dalam ayat-ayat tersebut. Oleh karena itu, kajian komparatif terhadap penafsiran kedua mufasir ini penting dilakukan guna mengungkap dimensi moral yang dikandung dalam ayat-ayat Muwāfaqāt „Umar. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1). Bagaimana penafsiran Asy-Syaukānī dan Sayyid Quṭb terhadap ayat-ayat Muwāfaqāt „Umar? 2). Apa saja nilai-nilai moral yang dapat diambil dari ayat-ayat Muwāfaqāt „Umar? Penelitian ini merupakan jenis kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif, menggunakan metode dokumentasi dalam pengumpulan datanya, serta menggunakan studi analisis komparatif dalam menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Asy-Syaukānī dan Sayyid Quṭb sama-sama menafsirkan lima ayat Muwāfaqāt „Umar yaitu: QS. al-Baqarah: 219, an-Nisā: 43, al-Māidah: 90, al-Anfāl: 67, dan al Aḥzāb: 53. Keduanya sepakat bahwa ayat-ayat tentang khamar (QS. al Baqarah: 219, an-Nisā: 43, al-Māidah: 90) menunjukkan tahapan pengharaman secara bertahap. Adapun nilai-nilai moral yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut mencakup nilai moral pribadi, keagamaan, dan sosial, seperti tanggung jawab individu, kesadaran beribadah, ketegasan hukum, serta pentingnya menjaga batasan dalam pergaulan.</note>
<classification>2x1.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 697</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI IAT 697</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI IAT 697</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>31893</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-06-17 15:03:08</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-06-17 15:03:36</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>