Detail Cantuman Kembali

XML

Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Perilaku Kekerasan Verbal (Verbal Abuse) pada Santri di Pondok Pesantren Al-Qurán Nurul Mu’min Kecamatan Kragilan Serang Banten


Peran santri dalam pondok pesantren itu sangat penting, tanpa adanya santri pondok pesantren tidak akan berjalan sesuai dengan fungsinya sebagai lembaga pendidikan dan menjalankan proses pembelajaran. Tidak sedikit, santri yang mempunyai kecerdasan emosional kurang baik. Kondisi tersebut, tentu dapat memicu pertikaian antara teman, sehingga hal itu memunculkan perilaku agresif yang terkadang belum bisa dikendalikan oleh individu tersebut. Perilaku agresif yang sering terjadi ini ternyata mengarah kepada kekerasan kata-kata seperti berkelahi dengan teman lalu timbul kata-kata seperti menghina, mengejek, berkata kasar, atau bahkan sampai terjadi perpeloncohan yang mengarah kepada kekerasan verbal (verbal abuse). Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini ialah: 1) Bagaimana tingkat kecerdasan emosional pada santri di Pondok Pesantren Al Quran Nurul Mumin?, 2) Bagaimana tingkat perilaku kekerasan kata-kata (verbal abuse) pada santri di Pondok Al Quran Nurul Mu’min?, 3) Bagaimana hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan perilaku kekerasan kata-kata (verbal abuse) pada santri di Pondok Al Quran Nurul Mumin?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dan menggunakan sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner penelitian yang diberikan kepada santri Pondok Pesantren Al-Qurán Nurul mu’min kragilan serang banten. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan: 1). tingkat kecerdasan emosional para santri mayoritas berada pada kategori tinggi dengan persentase 63%. Sementara itu, pada kategori sedang memiliki persentase sebesar 26% dan pada kategori sangat tinggi sebanyak 11%. Selain itu, tidak ada santri yang memiliki kategori kecerdasan emosional yang sangat rendah dan rendah. 2). Tingkat verbal abuse mayoritas santri berada pada kategori rendah yaitu dengan persentase sebesar 43%. Pada kategori sedang memiliki persentase sebesar 14%, dan pada kategori sangat rendah memiliki persentase sebesar 14%. Adapun kategori yang memiliki tingkat verbal abuse yang sangat sedikit yaitu pada kategori tinggi memiliki persentase sebesar 3% dan pada kategori sangat tinggi memiliki persentase sebesar 1%. 3). Ha diterima, sesuai dengan hasil analisis yang dilakukan. nilai koefisien korelasi sebesar -0,687 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 (p < 0,01)Hal ini mengartikan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional yang dimiliki oleh santri, maka semakin rendah santri melakukan verbal abuse, uji linearitas yang menunjukkann nilai signifikansi 0,0006 (< 0,05), menandakan hubungan antara kedua variabel bersifat linear dan dapat dipercaya secara statistik.
Kartika Sari - Personal Name
SKRIPSI BKI 1252
152
Text
Indonesia
2025
serang
xvii + 85 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...