<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31865">
<titleInfo>
<title>Hubungan Toxic Parenting Dengan Kemandirian Remaja di Kampung Sawah Desa Labuan Kabupaten Pandeglang</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Sherly Yulidar</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xvi + 108 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara toxic parenting dengan kemandirian remaja di Kampung Sawah Desa Labuan Kabupaten Pandeglang. Latar belakang penelitian ini didasari oleh masih ditemukannya orang tua yang menerapkan pola asuh bersifat toxic, seperti kritik yang merendahkan, kontrol yang berlebihan, kurangnya dukungan emosional, dan tuntutan yang tidak realistis. Pola asuh seperti ini diduga dapat menghambat perkembangan kemandirian remaja dalam hal mengatur diri, membuat keputusan, dan bertanggung jawab terhadap tindakannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 65 remaja (51 perempuan dan 14 laki-laki) di Kampung Sawah, dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket berskala Likert 5 poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Pearson Product Moment menggunakan program SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat toxic parenting mayoritas berada pada kategori sedang sebanyak 26 responden (40%), sedangkan tingkat kemandirian remaja mayoritas berada pada kategori sedang sebanyak 36 responden (55,4%). Hasil uji korelasi menunjukkan nilai r = 0,486 dengan signifikansi p = 0,000 (p &#60; 0,01), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara toxic parenting dengan kemandirian remaja. Semakin tinggi tingkat toxic parenting, maka semakin rendah tingkat kemandirian remaja. Oleh karena itu, diperlukan peran orang tua dalam menerapkan pola asuh yang sehat agar remaja dapat berkembang menjadi individu yang mandiri, percaya diri, dan bertanggung jawab.</note>
<classification>155.5</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 1239</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BKI 1239</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 1239</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>31865</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-06-10 11:09:39</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-06-18 15:15:19</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>