Detail Cantuman Kembali

XML

Pedofilia dan Pernikahan Dini dalam Perspektif Hadis (Studi Analisis Teori Tekstual dan Kontekstual)


Fenomena pedofilia dan pernikahan dini menimbulkan perdebatan dalam wacana hukum, sosial, dan agama. Pedofilia yang ditandai dengan ketertarikan seksual pada anak sebelum pubertas dianggap sebagai penyimpangan serius dan pelanggaran hukum. Sementara itu, pernikahan dini masih ditemukan di sebagian masyarakat tradisional bahkan dalam sejarah Islam kerap dikaitkan dengan pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan ‘Aisyah r.a. Perbedaan konteks ini sering menimbulkan tuduhan orientalis yang menyamakan pernikahan Nabi dengan praktik pedofilia padahal keduanya memiliki perbedaan mendasar. Rumusan masalah penelitian ini adalah: Pertama, bagaimana tinjauan umum pedofilia dan pernikahan dini. Kedua, apa saja hadis-hadis yang berkaitan dengan kedua isu tersebut. Ketiga, bagaimana analisis hadis-hadis pedofilia dan pernikahan dini secara tekstual dan kontekstual serta pemahaman ulama. ujuan penelitian adalah membedakan pedofilia dan pernikahan dini, mengkaji hadis-hadis terkait secara tekstual dan kontekstual, serta menjelaskan pandangan ulama tentang pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan ‘Aisyah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian ini dengan penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Data primer bersumber dari kitab-kitab hadis seperti Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, Ṣaḥīḥ Muslim, Sunan Abī Dāwud, Sunan al-Tirmiżī, Sunan al-Nasā’ī, Sunan Ibn Mājah, hingga Ibn Khuzaymah. Data sekunder berupa buku, jurnal, tesis, dan literatur lain yang relevan. Analisis dilakukan dengan pendekatan tekstual untuk memahami redaksi hadis dan kualitas sanad-matannya, serta kontekstual untuk melihat latar sosial historis hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedofilia dan pernikahan dini adalah dua isu yang berbeda. Pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan ‘Aisyah sesuai dengan norma masyarakat Arab kala itu dan tidak dapat disamakan dengan praktik pedofilia dalam konteks modern. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman kontekstual lebih tepat digunakan agar tidak terjadi kesalahpahaman serta untuk menjaga nilai keadilan, kehormatan, dan perlindungan anak dalam Islam.
Dina Fitriyani - Personal Name
SKRIPSI IH 169
2x2.3
Text
Indonesia
2025
serang
xxiv + 140 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...