Detail Cantuman Kembali
Hubungan Self Diagnosis dengan Kecemasan Remaja Pengguna Tiktok
Self diagnosis cenderung banyak terjadi pada kalangan remaja, khususnya remaja pengguna TikTok di Blok C Taman Ciruas Permai. Self diagnosis dipahami sebagai perilaku individu dalam menilai kondisi dirinya sendiri berdasarkan informasi yang diperoleh, baik dari pengalaman pribadi, pengetahuan, maupun melalui media sosial seperti TikTok. Sementara itu, kecemasan merupakan keadaan psikologis yang muncul akibat persepsi terhadap masa depan sebagai sesuatu yang penuh ancaman dan ketidakpastian. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti “Hubungan antara Self Diagnosis dengan Kecemasan Remaja Pengguna TikTok”. Tujuan dari penelitian ini yaitu, 1). Untuk mengetahui tingkat self diagnosis pada remaja pengguna Tiktok, 2). Untuk mengetahui tingkat kecemasan pada remaja pengguna Tiktok, 3). Untuk mengetahui hubungan antara self diagnosis dengan kecemasan remaja penggguna Tiktok. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional bivariat, melibatkan 109 remaja pengguna Tiktok Blok C Taman Ciruas Permai sebagai sampel penelitian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket self diagnosis dan kecemasan dengan skala Likert sebagai alat ukur psikologi untuk pengumpulan data. Penelitian dilaksanakan sejak bulan Februari-Agustus 2025. Uji hipotesis dilakukan dengan analisis korelasi product moment menggunakan bantuan program IBM SPSS Statistics v.25.0.2.0 for Windows. Berdasarkan hasil analisis tingkat self diagnosis 45 remaja pengguna Tiktok berada pada kategori sedang, dengan persentase (41%). Tingkat kecemasan sebanyak 36 remaja pengguna Tiktok termasuk dalam kategori tinggi, dengan persentase (33%). Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai Pearson Correlation (r hitung) sebesar -0,651 dengan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000. Dengan jumlah responden (N) sebanyak 109 orang dan taraf signifikansi α = 0,05, maka nilai r hitung 0,651 > r tabel 0,1865 serta nilai Sig. 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel self diagnosis dengan variabel kecemasan pada remaja pengguna Tiktok. Selanjutnya, apabila dilihat dari kriteria interval koefisien korelasi, nilai r = -0,651 berada pada rentang 0,60–0,799, yang termasuk dalam kategori kuat. Dapat disimpulkan bahwa hubungan antara self diagnosis dengan kecemasan adalah hubungan negatif yang kuat, artinya semakin rendah perilaku self diagnosis yang dilakukan remaja, maka semakin tinggi pula tingkat kecemasan yang dialami.
Salma Nurul Hasanah - Personal Name
SKRIPSI BKI 1230
155.5
Text
Indonesia
2025
serang
xviii + 86 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







