Detail Cantuman Kembali
Evaluasi Program Manajemen Bimbingan dan Konseling dengan Menggunakan Model Context, Input,Process, Product (CIPP) (Studi di Madrasah Tsanawiyah Negeri - Kabupaten Lebak)
Manajemen program Bimbingan dan Konseling (BK) di satuan pendidikan
memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan pribadi, sosial,
akademik, dan karier peserta didik. Namun dalam praktiknya, layanan BK di
madrasah belum menunjukkan efektivitas maksimal dalam menjangkau
seluruh siswa secara menyeluruh dan transformatif. Berdasarkan pengamatan
awal, ditemukan bahwa program BK di MTsN 1 Lebak dan MTsN 4 Lebak
cenderung masih bersifat administratif dan belum sepenuhnya berbasis
kebutuhan riil peserta didik. Hal ini mengindikasikan perlunya evaluasi
menyeluruh terhadap manajemen layanan BK agar dapat diperbaiki dan
dikembangkan secara sistematis.
Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1). Bagaimana Proses Evaluasi
Program Manajemen Bimbingan dan Konseling dengan Menggunakan
Model CIPP di Madrasah Tsanawiyah Negeri–Kabupaten Lebak? 2).
Bagaimana Hasil Evaluasi Program Manajemen Bimbingan dan Konseling
dengan Menggunakan Model CIPP di Madrasah Tsanawiyah Negeri
Kabupaten Lebak? Sedangkan Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
program manajemen Bimbingan dan Konseling di MTsN 1 Lebak dan MTsN
4 Lebak secara menyeluruh melalui pendekatan evaluasi model CIPP
(Context, Input, Process, Product) yang dikaitkan dengan fungsi-fungsi
manajerial POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Penelitian
ini diharapkan dapat memberikan gambaran aktual tentang pelaksanaan
layanan BK sekaligus menjadi acuan perbaikan ke depan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan evaluatif dengan model CIPP yang
terintegrasi dengan kerangka manajerial POAC. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru BK, observasi
lapangan, studi dokumentasi, dan penyebaran angket. Subjek penelitian
meliputi guru BK, kepala madrasah, guru mata pelajaran, dan siswa. Analisis
data dilakukan secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi sebagai teknik validasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen layanan BK di MTsN 1
Lebak dan MTsN 4 Lebak telah berjalan secara formal, namun belum
optimal dalam pelaksanaannya. Pada komponen context, perencanaan belum
berbasis data asesmen yang terstandar. Komponen input menunjukkan
minimnya pengembangan SDM dan sarana pendukung layanan. Proses
layanan masih bersifat konvensional dan belum inovatif, sementara pada
komponen product, hasil layanan belum terdokumentasi secara sistematis
dan tidak digunakan sebagai dasar perbaikan. Keempat komponen tersebut
menunjukkan lemahnya controlling pada setiap tahapan manajemen layanan.
Alsri Nurcahya - Personal Name
TESIS MPI 280
371.4
Text
Indonesia
2025
Serang Banten
xvii + 361 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







