<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31730">
<titleInfo>
<title>Moderasi Beragama di Indonesia dalam Perspektif Azyumardi Azra</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nur Rosyidin</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiv + 86 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Moderasi Beragama di Indonesia dalam Perspektif Azyumardi Azra 
Agama merupakan keniscayaan dalam kehidupan manusia dan berperan 
penting dalam membentuk peradaban. Dalam konteks sosial, agama tidak 
hanya berkaitan dengan hubungan spiritual manusia dengan Tuhan, tetapi 
juga menjadi perekat sosial yang menciptakan harmoni antarsesama. 
Namun, dalam kenyataannya, pemahaman agama yang sempit dan eksklusif 
sering kali melahirkan sikap intoleran yang dapat memicu konflik sosial dan 
diskriminasi, seperti kasus penolakan pembangunan rumah ibadah di 
Cilegon, Banten. Kondisi ini menunjukkan pentingnya moderasi beragama 
dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang multikultural dan multiagama. 
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep moderasi beragama di 
Indonesia dalam perspektif Azyumardi Azra. Metode yang digunakan 
adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif 
deskriptif, yaitu dengan menelaah karya-karya, gagasan, dan pandangan 
Azyumardi Azra tentang Islam wasathiyah dan relevansinya terhadap 
konteks keindonesiaan. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Azyumardi Azra memandang 
moderasi beragama sebagai pengejawantahan dari Islam wasathiyah—
yakni Islam yang berkarakter inklusif, toleran, dan berorientasi pada 
keadilan sosial. Menurutnya, tradisi Islam wasathiyah di Indonesia terbentuk 
melalui proses sejarah yang panjang sejak masa Islamisasi Nusantara yang 
berlangsung damai, akomodatif, dan akulturatif terhadap budaya lokal. 
Konsep ini dianggap sebagai solusi terhadap berbagai persoalan keagamaan 
dan sosial yang muncul akibat sikap ekstremisme dan radikalisme. 
Kesimpulannya, moderasi beragama dalam pandangan Azyumardi 
Azra bukan sekadar upaya menjaga keseimbangan antara keimanan dan 
toleransi, tetapi juga sebagai fondasi bagi terwujudnya perdamaian, 
keadilan, dan keutuhan bangsa Indonesia yang majemuk.</note>
<classification>2x7.42</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI AFI 122</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI AFI 122</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI AFI 122</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>31730</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-05-07 14:25:40</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-05-07 14:26:00</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>