Detail Cantuman Kembali

XML

Pengaruh Restrukturisasi Pembiayaan dan BOPO Terhadap NPF Bank Umum Syariah di Indonesia.


Lembaga keuangan syariah baik di bidang perbankan maupun non-perbankan masih memiliki risiko, terutama dalam hal transaksi pembiayaan. Salah satu risiko yang tidak dapat dihindari dalam proses penyaluran pembiayaan adalah risiko pembiayaan bermasalah. Bank umum syariah menunjukkan risiko ini melalui rasio Non-Performing Financing (NPF). Adapun perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1). Apakah terdapat pengaruh Restrukturisasi Pembiayaan terhadap Non-Performing Financing (NPF) Bank Umum Syariah di Indonesia?. 2). Apakah terdapat pengaruh Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Non-Performing Financing (NPF) Bank Umum Syariah di Indonesia?. 3). Apakah Restrukturisasi Pembiayaan dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) secara simultan berpengaruh terhadap Non-Performing Financing (NPF) Bank Umum Syariah di Indonesia?. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu 1). Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh restrukturisasi pembiayaan terhadap Non-Performing Financing (NPF) Bank Umum Syariah di Indonesia. 2). Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Non-Performing Financing (NPF) Bank Umum Syariah di Indonesia. 3). Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Restrukturisasi Pembiayaan dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Non-Performing Financing (NPF) Bank Umum Syariah di Indonesia secara simultan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan regresi linear berganda yang digunakan untuk mengetahui pengaruh restrukturisasi pembiayaan dan BOPO terhadap NPF. Penelitian ini diolah menggunakan aplikasi SPSS versi 27. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik (uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, uji heteroskedastisitas), uji hipotesis (analisis regresi linear berganda, uji koefisien korelasi R, uji koefisien determinasi (Adjusted R2), uji F, dan uji T). Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa restrukturisasi pembiayaan berpengaruh signifikan terhadap NPF dengan nilai Thitung > Ttabel sebesar 2,968 > 1,974. BOPO berpengaruh signifikan terhadap NPF dengan nilai Thitung > Ttabel sebesar 6,558 > 1,974. Selanjutnya menunjukkan bahwa restrukturisasi pembiayaan dan BOPO secara simultan berpengaruh terhadap NPF dengan nilai Fhitung > Ftabel sebesar 24,042 > 3,05.
SKRIPSI PBS 985
335
Text
Indonesia
2025
serang
xvii + 117 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...