<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31720">
<titleInfo>
<title>Hubungan Kontrol Diri Dengan Kecanduan Media Sosial TikTok Pada Ibu Rumah Tangga Di Kampung Simayeng Desa Sindangmandi Kecamatan Baros Kabupaten Serang</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nadiroh</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiii + 75 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Kemajuan teknologi telah membawa perubahan besar dalam cara manusia berinteraksi dan bersosialisasi, khususnya melalui media sosial seperti TikTok yang kini menjadi fenomena global. Aksesibilitas yang mudah, fitur praktis, serta kemampuan menyajikan informasi dan hiburan secara instan menjadikan media sosial sangat digemari oleh berbagai kalangan, termasuk ibu rumah tangga. Namun, di balik manfaatnya, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif, seperti kecanduan, gangguan emosional, hingga konflik dalam hubungan sosial dan keluarga. Rendahnya kontrol diri menjadi faktor utama yang mendorong penggunaan berlebihan ini, menjadikan media sosial sebagai pelarian dari realitas dan kebutuhan akan validasi sosial. Kasus tragis akibat penggunaan TikTok secara berlebihan menjadi pengingat bahwa kesadaran akan batasan digital sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara dunia maya dan kehidupan nyata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kontrol diri, tingkat kecanduan media sosial TikTok dan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kontrol diri dengan kecanduan media sosial TikTok pada ibu rumah tangga di Kampung Simayeng Desa Sindangmandi Kecamatan Baros Kabupaten Serang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Pendekatan ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian korelasional bertujuan menguji hipotesis dan mengukur kekuatan hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kontrol diri dan kecanduan TikTok pada ibu rumah tangga berada pada kategori sedang. Terdapat pengaruh signifikan antara kontrol diri dan kecanduan TikTok, di mana semakin tinggi kontrol diri, maka semakin rendah tingkat kecanduan. Namun, kontrol diri hanya memengaruhi 33,8%, sementara 66,2% dipengaruhi oleh faktor lain.</note>
<classification>158.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 1227</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BKI 1227</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 1227</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>31720</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-05-05 14:56:15</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-05-12 11:33:21</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>