Detail Cantuman Kembali
الهيمنة الاستعمارية على المهمشين في رواية تفصيل ثانوي لأدانيا شبلي (دراسة في النقد ما بعد الاستعمار لغياترى سبيفاك)
Pendekatan postkolonial dalam sastra berfokus dengan teks-teks
sastra yang mengungkap bekas-bekas pertemuan kolonial, konfrontasi ras,
bangsa, dan kebudayaan yang di bawah kondisi hubungan kekuasaan tak
setara. Dalam penelitian ini membahas novel Tafsil Tsawani karya Adania
Shibil yang ditinjau melalui teori sastra postkolonial subaltern perspektif
Gayatri Spivak. Secara keseluruhan, Tafsil Tsanawi menceritakan penjajahan
Israel terhadap Palestina yang dibagi ke dalam dua bab. Pada bab pertama,
mengisahkan satu tragedi pembunuhan di tengah Nakba 1948. Sedangkan
pada bab kedua, mengisahkan investigasi seorang pegawai kantoran terhadap
peristiwa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi
subaltern dalam novel Tafṣīl Tsānawī serta menjelaskan dampak dominasi
kolonial terhadap posisi dan pengalaman subaltern di dalamnya. Pendekatan
yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi kepustakaan
(library research). Hasil penelitian menunjukkan, dalam novel Tafsil Tsanawi,
subjek subaltern direpresentasikan oleh dua tokoh utama, yakni “Gadis
Badui” dan Tokoh “Aku”. Keduanya merupakan subaltern sekaligus
perempuan. Sebagai subaltern, keduanya diposisikan di dalam sistem yang
timpang dan tidak adil oleh para penjajah atau kolonial, yakni tentara Israel.
Selain itu, ketidakadilan dari sistem kolonialisme memberikan dampak
kepada kedua subjek subaltern, baik dari segi fisik atau segi batin. Dalam
teorinya tentang subaltern, Gayatri Spivak menyatakan bahwa kolonialisme
selalu menempatkan subaltern sebagai pihak tertindas.
Dede Nurhadi - Personal Name
SKRIPSI BSA 546
892
Text
Bahasa Arab
2025
Serang Banten
xv + 82 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







