<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31712">
<titleInfo>
<title>الهيمنة الاستعمارية على المهمشين في رواية تفصيل ثانوي لأدانيا شبلي (دراسة في النقد ما بعد الاستعمار لغياترى سبيفاك)</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dede Nurhadi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Serang Banten</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">ar</languageTerm>
<languageTerm type="text">Bahasa Arab</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xv + 82 hlm.; 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Pendekatan postkolonial dalam sastra berfokus dengan teks-teks 
sastra yang mengungkap bekas-bekas pertemuan kolonial, konfrontasi ras, 
bangsa, dan kebudayaan yang di bawah kondisi hubungan kekuasaan tak 
setara. Dalam penelitian ini membahas novel Tafsil Tsawani karya Adania 
Shibil yang ditinjau melalui teori sastra postkolonial subaltern perspektif 
Gayatri Spivak. Secara keseluruhan, Tafsil Tsanawi menceritakan penjajahan 
Israel terhadap Palestina yang dibagi ke dalam dua bab. Pada bab pertama, 
mengisahkan satu tragedi pembunuhan di tengah Nakba 1948. Sedangkan 
pada bab kedua, mengisahkan investigasi seorang pegawai kantoran terhadap 
peristiwa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi 
subaltern dalam novel Tafṣīl Tsānawī serta menjelaskan dampak dominasi 
kolonial terhadap posisi dan pengalaman subaltern di dalamnya. Pendekatan 
yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi kepustakaan 
(library research). Hasil penelitian menunjukkan, dalam novel Tafsil Tsanawi, 
subjek subaltern direpresentasikan oleh dua tokoh utama, yakni “Gadis 
Badui” dan Tokoh “Aku”. Keduanya merupakan subaltern sekaligus 
perempuan. Sebagai subaltern, keduanya diposisikan di dalam sistem yang 
timpang dan tidak adil oleh para penjajah atau kolonial, yakni tentara Israel. 
Selain itu, ketidakadilan dari sistem kolonialisme memberikan dampak 
kepada kedua subjek subaltern, baik dari segi fisik atau segi batin. Dalam 
teorinya tentang subaltern, Gayatri Spivak menyatakan bahwa kolonialisme 
selalu menempatkan subaltern sebagai pihak tertindas.</note>
<subject authority=""><topic>Tafsil Tsanawi</topic></subject>
<classification>892</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BSA 546</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BSA 546</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BSA 546</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>31712</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-05-04 09:14:08</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-05-04 09:24:13</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>