Detail Cantuman Kembali

XML

Analisis Akurasi Arah Kiblat pada Masjid-masjid Dengan Metode Segitiga Siku-siku Dari Bayang-bayang Matahari (Studi Kasus di Kecamatan Mancak Kabupaten Serang Banten).


Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih banyaknya masyarakat yang menentukan arah kiblat dengan feeling-nya saja atau hanya berpatokan pada anggapan bahwa kiblat berada di sebelah barat tanpa melakukan pengukuran terlebih dahulu. Hal tersebut dibuktikan dengan kasus masjid pada tahun 2022 di mana sekitar 75% masjid di Gorontalo tidak menghadap arah kiblat. Dan berdasarkan hasil pra survei peneliti pada 2 masjid di Kecamatan Mancak menggunakan aplikasi google earth, menunjukkan bahwa terdapat kemelencengan antara arah kiblat masjid dengan arah kiblat seharusnya sebesar 41°3'36" dan 12°43'12". Berdasarkan hal tersebut, peneliti mengangkat dua rumusan masalah: bagaimana penentuan awal arah kiblat masjid-masjid di Kecamatan Mancak?, dan bagaimana tingkat akurasi arah kiblat masjid-masjid di Kecamatan Mancak?. Adapun penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui bagaimana penentuan awal arah kiblat masjid-masjid di Kecamatan Mancak, dan mengetahui tingkat akurasi arah kiblat masjid-masjid di Kecamatan Mancak menggunakan metode segitiga siku-siku dari bayang-bayang matahari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan sumber data primer berupa perhitungan dan pengukuran arah kiblat dan juga wawancara pada pengurus Masjid dan pengurus KUA Kecamatan Mancak. Serta buku-buku atau hasil-hasil penelitian yang berbentuk laporan yang berkaitan dengan penelitian ini sebagai data sekunder. Peneliti menggunakan 4 teknik pengumpulan data, yaitu: observasi, wawancara, dokumentasi, dan sampel. Dan teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah dari 10 masjid yang penulis teliti, 9 masjid diukur menggunakan kompas, sedangkan 1 Masjid lainnya yaitu Masjid At-Ta'awun diukur menggunakan kompas dan alat tambahan. Dan berdasarkan hasil akurasi 10 masjid di Kecamatan Mancak, terdapat kemelencengan yang bervariatif yaitu 0° - 20°. Berdasarkan teori tingkat keakuratan arah kiblat menurut Slamet Hambali, 1 masjid masuk kategori sangat akurat yaitu Masjid Al-Mukhlisin, dan 9 masjid lainnya masuk kategori kurang akurat.
Fera Fadillah - Personal Name
SKRIPSI HKI 717
2x5.4
Text
Indonesia
2025
serang
xviii + 105hlm.: 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...