Detail Cantuman Kembali
Analisis Dampak Perceraian Kedua Orangtua Terhadap Kepribadian Anak (Studi Kasus di Desa Ranjeng Kecamatan Ciruas)
Keluarga merupakan unit sosial fundamental yang membentuk kepribadian dan karakter anak melalui interaksi serta pola asuh orang tua. Dalam Islam, keluarga adalah lembaga sakral dari pernikahan yang bertujuan menciptakan ketentraman, kasih sayang, dan harmoni rumah tangga, memengaruhi tumbuh kembang anak. Namun, konflik rumah tangga sering berujung perceraian akibat faktor penyebab perceraian kompleks seperti ekonomi, perselingkuhan, dan kekerasan, dengan kasus meningkat nasional maupun lokal, termasuk di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas. Perceraian ini berdampak signifikan pada anak, menyebabkan ketidakstabilan emosional, penurunan prestasi belajar, masalah sosial, dan perilaku menyimpang; di desa tersebut, anak korban sering diasuh satu orang tua atau kerabat tanpa perhatian optimal dari orang tua kandung. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perceraian kedua orang tua di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas? 2) Bagaimana perubahan yang terjadi pada anak setelah perceraian kedua orang tua di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perceraian kedua orang tua di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas; 2) Untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada anak setelah perceraian kedua orang tua di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris, yaitu pendekatan yang menelaah penerapan ketentuan hukum dalam realitas sosial masyarakat. Fokus penelitian berada di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, dengan tujuan menganalisis dampak perceraian orang tua terhadap kepribadian anak. Data penelitian terdiri atas data primer dari hasil temuan lapangan dan data sekunder dari literatur, peraturan, jurnal ilmiah, serta dokumen resmi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian orang tua di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, umumnya disebabkan oleh faktor ekonomi, perbedaan prinsip, pola komunikasi yang buruk, serta ketidaksetiaan dalam rumah tangga. Minimnya mediasi dan dukungan keluarga besar turut memperburuk keadaan hingga perceraian menjadi pilihan akhir. Perceraian ini berdampak besar terhadap pembentukan kepribadian anak, terutama dipengaruhi oleh usia dan tingkat dukungan emosional yang diterima. Anak sering mengalami kebingungan, kecemasan, penurunan rasa percaya diri, serta kesulitan beradaptasi secara sosial, akibat rasa tidak aman dan ketidakpastian terhadap masa depan keluarganya.
Dina Aghnia Fariha - Personal Name
SKRIPSI HKI 716
362.83
Text
Indonesia
2025
serang
xv + 112hlm.: 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







