<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31632">
<titleInfo>
<title>Konseling Individual Dengan Menggunakan Teknik Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Untuk Menumbuhkan Kedisiplinan Menjalankan Salat Lima Waktu Pada Remaja Awal</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Tika Misrotul Jannah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">serang</placeTerm></place>
<publisher></publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiv + 144 hlm.: 18 x 25 cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini membahas pentingnya kedisiplinan remaja dalam menjalankan salat lima waktu sebagai bagian dari fitrah beragama yang melekat pada manusia sejak lahir. Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang kompleks dan rawan terhadap perubahan kognitif, emosional, dan sosial yang dapat memengaruhi perilaku keagamaan, termasuk kedisiplinan dalam menjalankan salat. Di Link Cigading Pasar, masih ditemukan rendahnya kesadaran dan kedisiplinan salat di kalangan remaja akibat faktor internal seperti malas dan tidak terbiasanya salat tepat waktu, serta faktor eksternal seperti pengaruh teman sebaya dan perkembangan teknologi yang mengalihkan perhatian remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kondisi kedisiplinan menjalankan salat lima waktu pada remaja awal di Link. Cigading Pasar; (2) proses konseling individual dengan menggunakan teknik CBT untuk menumbuhkan kedisiplinan menjalankan salat lima waktu; dan (3) kedisiplinan menjalankan salat lima waktu pada remaja awal setelah mendapatkan konseling individual dengan menggunakan teknik CBT. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dengan metode pengumpulan data utama berupa observasi dan wawancara mendalam. Sebanyak enam remaja awal (usia 14-15 tahun) di Link. Cigading Pasar diidentifikasi, kemudian tiga remaja (YP, SAM, IA) dipilih sebagai subjek utama berdasarkan rendahnya disiplin salat mereka sesuai indikator tertentu. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) kondisi kedisiplinan salat pada remaja awal di Link. Cigading Pasar mengalami ketidakkonsistenan dalam menjalankan salat lima waktu. Kedisiplinan salat mereka dipengaruhi oleh lingkungan sosial, kurangnya motivasi internal, serta pemahaman dan kesadaran yang belum optimal. Tiap konseli memiliki karakteristik hambatan berbeda, seperti YP sering kali menunda waktu salat, dan penggunaan gadget sebelum tidur menyebabkan kesulitan bangun pagi. SAM menunjukkan kecenderungan untuk menjalankan salat hanya ketika diingatkan oleh orang tua atau lingkungan sekitar. IA memiliki hambatan dalam bentuk rasa malas dan kurang memahami makna spiritual; (2) Proses konseling individual dengan menggunakan teknik CBT dilakukan melaui lima sesi yaitu: sesi 1: building rapport dan identifikasi masalah; sesi 2: peneliti membantu konseli untuk menemukan emosi-emosi negatif di dalam dirinya yang menyebabkan mereka mengabaikan salat; sesi 3: menyusun rencana intervensi dengan memberikan konsekuensi positif dan negatif kepada konseli; sesi 4: formulasi status, fokus terapi, intervensi tingkah laku lanjutan; dan sesi 5: pencegahan relepse; (3) Setelah penerapan konseling individual dengan menggunakan teknik CBT, ketiga konseli menyadari dan mampu mengganti pola pikir maladaptif menjadi lebih sehat dan produktif. Terjadi peningkatan afeksi positif terhadap salat, ditandai dengan munculnya rasa nyaman, damai, dan motivasi internal yang meningkat setelah menjalankan salat, emosi yang lebih stabil, dan sikap yang lebih positif terhadap salat. Perubahan perilaku nyata dan terukur pada ketiga konseli dalam hal frekuensi, keteraturan, dan kualitas menjalankan salat lima waktu secara konsisten dengan inisiatif pribadi menjaga rutinitas salat.</note>
<classification>158.3</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>UIN SMH Banten Perpustakaan Pusat</physicalLocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 1222</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">SKRIPSI BKI 1222</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator>SKRIPSI BKI 1222</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>31632</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-06 10:39:51</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-06 10:40:13</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>