Detail Cantuman Kembali
Peran Pondok Pesantren Modern As-Shof dalam Membina Dakwah di Masyarakat Desa Bojongmanik Kecamatan Sindangresmi Kabupaten Pandeglang Banten
Berkembangnya ilmu pengetahuan dan meluasnya arus globalisasi tidak hanya
berdampak pada perkembangan zaman yang semakin canggih dan segala sesuatu dapat
di akses dengan mudah tetapi juga hal tersebut berdampak pada peran santri dalam
hubungan dengan masyarakat. Di luar definisi konvensional atau tradisional, dakwah
yang di tunjukan kepada masyarakat tidak terbatas dengan tabligh, ceramah, pengajian,
khotbah, dan sebagainya. Namun, dakwah dalam Islam mempunyai cakupan yang
sangat luas karena setiap kebajikan yang dilakukan oleh seorang muslim, baik secara
langsung maupun tidak langsung dapat dikaitkan dengan dakwah. Rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah; 1) Bagaimana bentuk peran Santri Pondok Pesantren
Modern As-Shof dalam pembinaan Dakwah di Masyarakat desa?. 2) Apa saja metode
dakwah yang digunakan Santri Pondok Pesantren Modern AS-Shof dalam Pembinaan
Dakwah di Masyarakat desa?. 3) Apa saja hambatan yang dihadapi Santri Pondok
Pesantren Modern As-Shof dalam melaksanakan kegiatan dakwah di masyarakat desa
serta bagaimana mereka mengatasinya?. Metode penelitian yang digunakan penulis
adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui observasi dan wawancara.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Peran Santri Pondok Pesantren
Modern As-Shof antara lain; Sebagai penggerak kegiatan keagamaan dan pembina
moral masyarakat, memperkuat pemahaman agama masyarakat serta menumbuhkan
sikap religius dan ukhuwah Islamiyah, sebagai agen dakwah yang memperkuat
hubungan pesantren dan masyarakat desa. 2) Metode Dakwah yang digunakan santri
meliputi dakwah bil-lisan melalui ceramah dan pengajian, serta dakwah bil-hal melalui
keteladanan dan kegiatan sosial. Mereka juga menggunakan metode bil-hikmah dan
mau’idzah hasanah, menyesuaikan cara penyampaian dengan karakter masyarakat desa.
Pendekatan yang santun dan persuasif membuat pesan dakwah lebih mudah diterima
dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Metode ini membuktikan bahwa santri
mampu berdakwah dengan cara yang efektif dan adaptif terhadap kondisi sosial
masyarakat setempat. 3) Hambatan yang dihadapi santri antara lain; perbedaan
pemahaman agama, kurangnya dukungan masyarakat, serta keterbatasan sarana
dakwah, namun, santri mampu mengatasinya dengan membangun komunikasi yang
baik, menjalin hubungan kekeluargaan, dan melibatkan tokoh masyarakat dalam setiap
kegiatan.
Pirmansyah - Personal Name
SKRIPSI KPI 1186
2X7.22
Text
Indonesia
2025
Serang Banten
xiv + 85 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







