Detail Cantuman Kembali
De Islamofobia dan Dakwah Mohammed Salah Melalui Sepak Bola
Fenomena Islamofobia yang semakin meningkat di negara-negara Barat, khususnya di Inggris, menjadi tantangan serius bagi umat Islam dalam membangun citra positif agama. Stereotip negatif terhadap Islam yang dipicu oleh media, terorisme, dan krisis migrasi mendorong perlunya pendekatan dakwah yang kontekstual dan inklusif. Di tengah gelombang prasangka tersebut, sosok Mohamed Salah—pemain sepak bola Muslim asal Mesir—muncul sebagai ikon Islam yang damai dan inspiratif melalui performa dan sikapnya di dalam serta di luar lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah bil hal (dakwah melalui keteladanan) yang dilakukan oleh Mohamed Salah melalui sepak bola dan mengevaluasi dampaknya terhadap penurunan Islamofobia, khususnya di wilayah Merseyside, Inggris. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data dikumpulkan dari berbagai dokumen, termasuk artikel media, jurnal ilmiah, laporan sosial, dan rekaman media massa. Peneliti menerapkan teori Representasi Media dari Stuart Hall sebagai kerangka analisis, yang mencakup lima dimensi: produksi, representasi, konsumsi, identitas, dan regulasi. Penelitian ini juga membandingkan hasilnya dengan studi-studi terdahulu yang menggunakan teori interaksionisme simbolik, hipotesis kontak parasosial, dan analisis media siber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mohamed Salah secara konsisten menampilkan nilai-nilai Islam melalui perilaku kesehariannya, seperti sujud syukur setelah mencetak gol, komitmen pada ibadah, serta kontribusi filantropi yang luas. Di luar lapangan, ia juga menyuarakan nilai-nilai kesetaraan gender dan kemanusiaan dalam wawancara internasional. Kehadirannya di Liga Inggris sejak 2017 secara signifikan berkorelasi dengan penurunan insiden kejahatan kebencian terhadap Muslim sebesar 18,9% di wilayah Merseyside. Media global turut berperan dengan membingkai Salah sebagai representasi "Muslim moderat" yang toleran dan pekerja keras, sehingga publik non-Muslim membangun pemaknaan baru terhadap Islam melalui dirinya. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa dakwah bil hal yang dilakukan Mohamed Salah, didukung oleh strategi representasi media yang positif, mampu mereduksi Islamofobia secara nyata dan membuka ruang dialog lintas budaya. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan dakwah melalui media populer seperti sepak bola memiliki potensi besar dalam membentuk persepsi publik yang lebih humanis terhadap Islam.
Adnani - Personal Name
SKRIPSI KPI 1185
2x7.24
Text
Indonesia
2025
serang
xii + 71 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







