Detail Cantuman Kembali
Peran Lembaga LAZ Harfa dalam Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Investasi Kelompok Tani di Desa Waringinjaya Kecamatan Cigeulis Kabupaten Pandeglang
Sektor pertanian menjadi penopang penting bagi perekonomian dan ketahanan pangan di Indonesia, khususnya di daerah perdesaan seperti Kabupaten Pandeglang. Namun, petani masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan modal, akses teknologi, dan rendahnya hasil produksi. Desa Waringinjaya sebagai wilayah agraris memiliki potensi pertanian yang besar, terutama tanaman padi. Untuk meningkatkan kesejahteraan petani, Lembaga LAZ Harfa menjalankan program pemberdayaan melalui investasi kelompok tani berupa bantuan bibit padi dan pelatihan. Tujuan dari pemberdayaan masyarakat melalui investasi kelompok tani yang diselenggarakan oleh Lembaga LAZ Harfa yaitu : 1) Untuk mengetahui proses pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui program investasi kelompok tani Lembaga LAZ Harfa di Desa Waringinjaya Kecamatan Cigeulis Kabupaten Pandeglang, 2) Untuk mengetahui dampak yang dicapai oleh masyarakat yang diberdaya melalui Lembaga LAZ Harfa dalam meningkatkan ekonomi kelompok tani dalam program investasi kelompok tani di Desa Waringinjaya Kecamatan Cigeulis Kabupaten Pandeglang, dan 3) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program investasi kelompok tani Lembaga LAZ Harfa di Desa Waringinjaya Kecamatan Cigeulis Kabupaten Pandeglang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara interaktif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa program ini telah berjalan melalui pendekatan partisipasi aktif dengan masyarakat melalui kebutuhan pertanian para petani. Proses pelaksanaan pemberdayaan ini dilakukan secara bertahap sampai dengan tahap evaluasi, sehingga menciptakan rasa tanggung jawab atas pencapaian yang mereka inginkan. Adanya program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan produktivitas pertanian yang mempunyai 25% peningkatan hasil panen dari sebelum para petani mengikuti program pemberdayaan. Program ini memberikan fasilitas akses terhadap kebutuhan petani dalam setiap kegiatan dan proses pemberdayaan. Tak hanya peningkatan penghasilan dan hasil panen, program ini juga membuahkan hasil dalam meningkatkan semangat partisipasi petani dalam kegiatan kelompok dan kerjasama dalam pengambilan keputusan. Dalam keberhasilan program ini, pasti tidak lepas dari faktor penghambat dan pendukung dalam pelaksanaan pemberdayaan. Keberhasilan pemberdayaan ini tidak selalu berjalan dengan mulus dan sempurna, pasti ditopang oleh beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam proses pelaksanaan. Faktor pendukung itu di antaranya, peran aktif fasilitator dan keterlibatan petani dalam pelaksanaan pemberdayaan. Sedangkan faktor penghambat mencangkup belum meratanya kapasitas pemahaman petani, ketidaksesuaian waktu dan komunikasi antara fasilitator dan para petani, serta cuaca dan keadaan infrastruktur yang kurang memadai.
Viyonisa Nabilah Syafitri - Personal Name
SKRIPSI PMI 362
361.7
Text
Indonesia
2025
serang
xviii + 91 hlm.; 18 x 25 cm
LOADING LIST...
LOADING LIST...







